Berita Utama

Pertemuan SBY-Lee Hsien Loong

Sepakat Percepat Implementasi Zona Khusus

Presiden SBY mengadakan pembicaraan khusus dengan PM Lee Hsien Loong di Hotel Shangri-La, Singapura, Minggu (6/8) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY mengadakan pembicaraan khusus dengan PM Lee Hsien Loong di Hotel Shangri-La, Singapura, Minggu (6/8) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Singapura : Indonesia dan Singapura sepakat segera mewujudkan implementasi Frame Work Agreement mengenai Special Economic Zone (SEZ) Batam-Bintan-Karimun. Kesepakatan ini dibahas dalam pembicaraan empat mata antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di Hotel Shangri-La, Minggu (6/8) malam.

Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, menjelaskan hal tersebut kepada wartawan seusai pertemuan. “Komitmen kedua pemerintah sangat tinggi untuk segera merealisasikan hal-hal yang telah digariskan dalam Frame Work Agreement, Juni lalu, di Batam,” kata Dino.

Ada kecenderungan masalah zona ekonomi khusus ini meredup. Walaupun Batam sudah tumbuh, tapi tidak semelesat yang diharapkan. “Presiden SBY menghindari hal ini terulang lagi. Jadi implementasi Frame Work Agreement yang sesegera mungkin sangat penting, mumpung perhatian investor sedang tinggi-tingginya,” Dino menambahkan.

Untuk mempercepat implementasi kesepakatan tersebut, kedua pemimpin sepakat bertemu pada 4 September mendatang di Singapura. Pada saat itu, Presiden SBY akan menghadiri konferensi investor internasional di Negeri Singa itu.

Usai pertemua, baik SBY maupun Lee akan memanggil menterinya masing-masing untuk mematangkan rencana tersebut.

Selain soal mempercepat implementasi Frame Work Agreement, pembicaraan yang berlangsung 45 menit itu juga membahas Traktat Ekstradisi (Extradition Treaty) dan proses negosiasi kerjasama pertahanan kedua negara. Kedua hal ini prosesnya juga lamban dan perlu dipercepat. “Kedua pemimpin sepakat pertemuan membahas keduanya akan dilakukan Agustus ini secara simultan,” Dino menjelaskan. (har)