Berita Utama
Selasa, 8 Agustus 2006, 18:40:06 WIB
Presiden Balas Surat Kofi Annan
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, sebagai respon atas surat balasan Kofi Annan yang diterima SBY tanggal 28 Juli 2006 lalu. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa sore (8/8) menjelaskan bahwa surat Presiden kepada Kofi Annan tertanggal 7 Agustus 2006 itu dilatarbelakangi oleh dua hal. "Yaitu makin memanasnya situasi konflik di Lebanon, dan masih belum berhasilnya DK PBB menghasilkan satu resolusi untuk mengatasi masalah, " jelas Dino.Isi surat Presiden itu juga mengemukakan adanya desakan kepada Sekjen PBB Kofi Annan untuk berupaya semaksimal mungkin, agar DK PBB yang sekarang sedang mempertimbangkan suatu draft resolusi, segera menggolkan resolusi yang akan menghasilkan “unconditional, immediate,and comprehensive ceasefire, atau gencatan senjata yang segera, tanpa syarat dan komprehensif.
"Presiden juga menyampaikan bahwa menyangkut himbauan umum yang diajukan Sekjen Kofi Annan, Indonesia telah berkomitmen untuk mengirim 1 juta Dollar AS, selain 1 juta Dollar AS yang sudah dijanjikan untuk Palestina. Jadi total ada 2 juta Dollar AS, " kata Dino.
Selanjutnya Dino menjelaskan, “Fokus kita adalah bagaimana untuk berkontribusi secara konstruktif, yang bisa menolong situasi, dan mengupayakan partisipasi Indonesia dalam satu struktur pasukan PBB yang bendera PBB. Ini cara yang paling konstruktif dan realistis untuk mencapai suatu perdamaian, " tegas Dino.
Sedangkan isi surat Kofi kepada SBY tertanggal 28 Juli 2006, menurut Dino berisi penjelasan kepada Presiden mengenai langkah –langkah oleh Kofi Annan untuk membuat agar DK PBB mengambil langkah konkrit untuk dapat menghentikan konflik di Timur Tengah.
“Sekjen Kofi Annan juga menjelaskan bahwa fokus sekarang adalah pembentukan suatu reconfigure peacekeeping force. Saat ini ada UNIFIL di lapangan, tapi jumlahnya sedikit dan mandatnya terbatas, tidak bisa berfungsi dalam konflik yang berkecamuk. Jadi karena itulah Sekjen PBB bicara mengenai reconfigure peace keeping force yang akan bekerjasama dengan pemerintah Lebanon, yang diharapkan juga akan menerjunkan pasukannya di wilayah Lebanon, " kata Dino Patti Djalal. ( nnf )



