Berita Utama
Sabtu, 19 Agustus 2006, 22:30:42 WIB
Tentang Abror dan Anung
Dua juru foto pribadi Presiden SBY menggelar pameran foto bertajuk ‘Presiden Juga Manusia Biasa’, di PIM 2, dari tanggal 11 hingga 20 Agustus 2006. Berikut sedikit catatan mengenai Abror Rizki dan Dudi Anung Anindito.Abror Rizki:
Lahir di Jakarta tanggal 23 September 1966, terjun ke dunia fotografi ketika berusia 20 tahun. Tak lama setelah itu, ia menjadi wartawan di sebuah media cetak, antara tahun 1988 sampai 2002. Sebelum diangkat menjadi juru foto pribadi presiden, Abror sempat dua kali mengadakan pameran hasil karyanya bersama beberapa temannya.
Menjadi juru foto pribadi Presiden tidaklah semudah yang kita bayangkan, katanya. ”Misalnya, saya harus lari – lari mengejar presiden saat naik motor di Sentul. Lalu saya juga harus berebut tempat dengan penduduk dan pasukan pengaman untuk mendapatkan angle yang tepat, karena kejadian-kejadian seperti itu tidak akan terjadi dua kali. Maka saya pun harus jeli mengambil momen yang pas”, ujarnya.
Namun hal itu tidak membuatnya lelah menjadi juru foto presiden. Sebab fotografi adalah hidup dan hobinya. Maka Abror yang mengaku datang kerja sebelum presiden bangun, dan pulang kerja setelah presiden tidur, itu terus mengabadikan segala kegiatan kenegaraan dengan penuh kenikmatan.”Lagipula, saya bergantian shift dengan Anung, makanya kita tidak pernah kewalahan mengikuti kegiatan presiden”, ujarnya. ”Saya tidak pernah merasa keberatan dengan profesi saya, karena profesi saya adalah hobi saya, maka saya selalu menikmati pekerjaan saya untuk menghasilkan karya yang memuaskan”, tambah Abror.
Dudi Anung Anindito:
Sebenarnya Anung bercita-cita jadi musisi, itulah sebabnya ia menuntut ilmu di Sekolah Menengah Musik di Yogya, Dudi Anung Anindito. Tapi nasib ternyata mengantarnya menjadi fotografer. Ia mulai tertarik dengan dunia fotografi karena mengaku senang memotret model. Awalnya dia hanya bermodalkan kamera milik ayahnya, Soeparto, fotografer Bung Karno. Ia menggunakan kamera itu untuk melatih kemampuannya dalam bidang fotografi. Pria kelahiran Jakarta, 13 Januari 1973 ini mengaku sering pinjam kamera milik temannya untuk lebih memperdalam kemampuannya.
Tahun 1991, Anung memperdalam ilmu fotografinya di sekolah fotografi di Jakarta. Ia meneruskan karirnya di sebuah model agency di Jakarta, mengingat hobinya memfoto model. Tak lama setelah itu, Anung diterima di sebuah media cetak untuk meliput berita-berita politik nasional dan berita-berita yang datang dari Mabes TNI. Berawal dari situlah, Anung mulai menjalin hubungan dengan para petinggi di lingkungan TNI, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah SBY jadi Presien RI, Anung pun direkrut menjadi juru foto pribadi .
”Saya merasa bangga sekali menjadi juru foto pribadi Pak SBY, karena dari sekian ribu fotografer di Indonesia, saya mendapatkan kesempatan untuk memotret di ring satu,.” kata Anung. Anung tidak pernah mendapat masalah untuk mengikuti jadwal Presiden SBY yang ketat. ”Cuma kasihan istri dan anak di rumah, karena saya sering pulang malam” kata ayah Sekar Kasih Putri Maharani ini. (mit)



