Berita Utama

Isra` Mi`raj di Medan:

Presiden: Cobaan Harus Membuat Kita Lebih Tegar dan Dewasa

Medan : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan agar rakyat Indonesia tidak pesimis menatap masa depan. Agama Islam melarang umatnya untuk pesimis. Mereka harus yakin, rahmat Allah akan senantiasa datang, jika mereka rajin bekerja dan berusaha.

Dorongan semangat itu disampaikan Presiden SBY, Senin (21/8) malam, pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1427 H tingkat nasional, yang dipusatkan di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara.

Dikatakan, Selama 61 tahun kemerdekaan, bangsa kita telah mengalami begitu banyak ujian dan cobaan. “Krisis demi krisis datang silih berganti. Namun semua itu dapat kita atasi dengan baik, walau sering dengan pegorbanan yang besar,” kata Presiden SBY di hadapan lebih dari seratus ribu umat muslim se- Sumatera Utara. Mereka sejak pagi dating bergelombang dari pelosok – pelosok daerah Sumut.

“Suatu bangsa tidak akan maju tanpa ujian. Sebagaimana iman seseorang, tidaklah akan bertambah teguh tanpa cobaan. Ujian bukan harus membuat kita tambah lemah. Cobaan bukan harus membuat iman kita menjadi goyah. Sebaliknya ujian dan cobaan itu, harus membuat kita lebih tegar dan lebih dewasa, sehingga lebih mampu meyelesaikan berbagai tantangan baru yang kita hadapi bersama,” kata Presiden SBY yang mengenakan baju batik coklat.

Menurut Presiden, pemerintah tidak akan pernah berpangku tangan dalam memperbaiki nasib rakyat. “Telah menjadi kewajiban pemerintah untuk membangun bangsa, menuju keadaan yang lebih aman, lebih damai, lebih adil dan sejahtera. Kami bekerja siang dan malam, hampir tanpa henti, untuk menyelesaikan semua masalah yang dihadapi bangsa dan negara kita. Saya yakin dan percaya, jika semua warga bangsa, dengan tulus dan ikhlas dan dilandasi itikad baik, bekerja bersama-sama membangun bangsa, maka tidak akan ada masalah yang tidak mampu kita selesaikan,” tambah Presiden SBY.

Pada bagian lain sambutannya, Presiden SBY juga mengajak agar orang tua sedapat mungkin menyekolahkan anaknya karena dengan sekolah akan dapat berubah nasib si anak. “Doronglah anak-anak bersekolah. Pendidikan akan mampu mengubah masa depan. Anak keluarga miskin hari ini, akan berubah nasibnya, jika mereka sungguh-sungguh belajar, memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah disediakan. Sebab pemerintah juga telah memperbesar anggaran bea siswa untuk keluarga miskin,” kata Presiden SBY.

Tampak hadir, selain Menag juga Mendagri M.Maruf, Menkominfo Sofian Djalil, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, serta duta besar negara-negara sahabat antara lain Dubes Malaysia, Palestina, Afghanistan, tokoh masayarakat dan alim ulama. (win).