Berita Utama

Puisi SBY Pekan Ini:

Jakarta


Jakarta ini neraka
kota brengsek dan penuh derita,
keluh Maman
Dua tahun aku terlunta
Dan terseok di sudut-sudut kota,
nestapa

Kutinggalkan Priangan Timur dengan impian
Kurenggut tali keakaraban
dan manisnya persaudaraan bersama teman
Kuberlari, kudatangi kota harapan
Dusta!
Perahuku kandas
Impianku terjatuh di jalanan
dan tergilas kehidupan malam yang kejam

Kau ingin jadi apa,
tanya Didin sang pengamen
Majikan?
Tuan Kaya?
Mobil Mersi,
dan Rumah Idaman?

Begitu yang kudengar dari si cantik Euis,
kawan sekolah di kampung sebelah
Ia bergelimang suka
berlian dan gaun sutera
Ia ucapkan surga, taman Firdaus,
di Jakarta Raya…
Tunjukkan padaku, pengamen kurus
di mana Euis punya surga?

Aku tak kenal Euis
dan juga surganya

Aku tak pernah peduli pada apapun
kecuali surgaku sendiri
yang kumiliki dalam jagadku

Adakah?

Ya, di hatiku
Dalam sukmaku
Dalam ragaku,
dan jiwaku yang bebas dari khayalan
dan beribu angan-angan

Hari-hariku adalah surga yang kucari
Menuntun bathin dengan tembang dan kasih,
bersemi di taman Tuhan


Jakarta, 22 Januari 2004

(Dari kumpulan puisi Susilo Bambang Yudhoyono: Taman Kehidupan; Jakarta, 2004