Berita Utama

SBY - Chirac

TNI Siap Gabung Perancis di UNIFIL

Presiden SBY dan  Presiden Perancis,  Jacques Chirac, Senin (11/9) di Helsinki. (foto: presidensby.info)
Presiden SBY dan Presiden Perancis, Jacques Chirac, Senin (11/9) di Helsinki. (foto: presidensby.info)
Helsinki: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (11/9) sore waktu Helsinki melakukan pertemuan dengan Presiden Perancis, Jacques Chirac, di salah satu ruang di Fair Centre, tempat berlangsungnya KTT ASEM ke 6. Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden SBY didampingi Menko Polkhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Ketua Komisi 1 DPR-RI Theo Sambuaga serta Jubir Presiden, Dino Patti Djalal.

Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, kepada wartawan menjelaskan, dalam pertemuan itu Presiden SBY menjelaskan kepada Presiden Chirac bahwa saat ini TNI sedang aktif mempersiapkan diri dan melakukan latihan, serta siap untuk bergabung dengan pasukan Perancis yang akan pertindak sebagai komandan dalam UNIFIL di Lebanon.

Presiden SBY juga menyampaikan penghargaan atas respon cepat Perancis dalam menanggapi keinginan Indonesia untuk membeli kendaraan lapis baja buatan Perancis yang akan digunakan kontingen Indonesia di Lebanon. “Yang perlu dicatat dari penjelasan Presiden Chirac, dalam UNIFIL nanti perlu ada perimbangan antara pasukan Eropa dan pasukan non Eropa. Presiden Chirac juga mengatakan pentingnya partisipasi dari Negara-negara Muslim atau negara-negara yang berpenduduk Muslim. Perancis sangat menghargai Indonesia yang sejak awal menyatakan siap berperan dalam pasukan penjaga perdamaian di Lebanon membantu memperkuat UNIFIL untuk menangani konflik di Lebanon,” kata Dino.

Ditambahkan, kedua pemimpin kembali menekankan pentingnya multilateralisme dalam hubungan antar negara. Dalam pembicaraan kedua pemimpin juga disinggung situasi terakhir di Timor Leste, dan Presiden Chirac sangat menghargai dan memberi apresiasi posisi Indonesia yang konstruksitf di Timor Leste.

Mengenai masalah ekonomi, Presiden SBY menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia kini sedang memperbaiki iklim investasi, dan mengundang Perancis untuk menanamkan investasi di bidang infrastruktur dan energi. “Terakhir, dibahas masalah debt swap, sebagaimana yang juga telah dilakukan bersama pemerintah Jerman. Presiden SBY berharap kerjasama Indonesia – Perancis juga bisa memanfaatkan konsep debt swap,” kata Dino Patti Djalal. (osa/nas)