Berita Utama

SBY Bertemu Presiden Emille Lahoud

Lebanon Sampaikan Perhargaan pada Indonesia

Presiden SBY dan Presiden Lebanon, Emille Lahoud, di Havana, Kuba, Jumat (15/9) petang waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Presiden Lebanon, Emille Lahoud, di Havana, Kuba, Jumat (15/9) petang waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
Havana: Di sela – sela menghadiri sidang-sidang KTT GNB yang berlangsung di Havana, Kuba, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (15/9)petang waktu setempat atau Sabtu (16/9) pagi WIB, bertemu dengan Presiden Lebanon, Emille Lahoud di Hotel Nacional de Cuba, tempat Presiden SBY menginap selama berada di Havana.

Menurut Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal mengenai situasi di Lebanon. “Presiden menjelaskan mengenai rencana pengiriman kontingen Indonesia ke Lebanon. Presiden juga menjelaskan bahwa kontingen sudah siap dan dalam waktu dekat akan mengirim advance team, dan awal bulan depan kontingen sudah dapat mendarat di Lebanon menjalankan tugasnya memperkuat UNIFIL, “ kata Dino seusai pertemuan.

“ Presiden juga menekankan pentingnya masyarakat dunia menjamin implementasi dari Resolusi DK PBB 1701, dan Indonesia akan berupaya sekuat mungkin untuk berjuang. Indonesia minta semua pihak termasuk Israel dapat mendukung implementasi dari Resolusi 1701. Presiden Emille Lahoud menyatakan penghargaan terhadap peran Indonesia dan terhadap pengiriman pasukan kontingen Indonesia untuk memperkuat UNIFIL, “ lanjut Dino.

Menurut Dino, Presiden Emille Lahoud memberikan penjelasan situasi di Lebanon, dan beliau menyatakan situasi sekarang sebagian besar telah pulih hampir normal. “Dan Presiden Lahoud menyatakan pentingnya kontingen Indonesia, karena kontingen Indonesia bersifat imparsial, dan imparsialisasi itu merupakan hal yang penting dalam penugasan pasukan – pasukan yang tergabung dalam UNIFIL, “ papar Dino.

“Presiden Emile Lahoud berharap dengan adanya gencatan senjata ini, permusuhan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera sirna. Beliau juga menekankan harapannya agar pasukan UNIFIL yang lebih besar segera mendarat dan melaksanakan tugasnya, karena dengan adanya penguatan pasukan yang lebih besar ini Israel akan berpikir dua kali untuk kembali menyerang Lebanon apabila ada insiden serupa, “ lanjutnya.

Dalam pembicaraan tersebut menurut Dino ada dua masalah yang ditekankan Presiden Emille Lahoud mengenai situasi di Lebanon yang meskipun sudah hampir normal, tapi masih mengalami beberapa kendala terutama dalam kerusakan infrastruktur yang sangat luar biasa, baik airport, pelabuhan, rumah – rumah penduduk, jalan, jembatan dan lain sebagainya.

“Dalam hal ini Presiden SBY menekankan pentingnya segera dilakukan upaya rekonstruksi dengan bantuan masyarakat internasional. Presiden juga menyatakan janji bantuan Indonesia kepada masyarakat Lebanon sebesar 1 juta Dolar AS telah ditransfer beberapa waktu lalu, dan telah diterima oleh pemerintah Lebanon, “ kata Dino

Adapun masalah kedua yang dihadapi Lebanon adalah masih banyaknya yang disebut cluster bom dan ranjau darat yang masih bertebaran di Lebanon bagian selatan. “ Khusus mengenai cluster bom sendiri, jumlah yang disebarkan Israel diperkirakan sebanyak 1,2 juta bom dalam wilayah yang sangat kecil, sekitar 20 Km2. Sekarang ini yang masih tertinggal di lapangan diperkirakan sekitar 500 ribu cluster bom, belum termasuk ranjau darat masih bertebaran di Lebanon selatan. Inilah pentingnya Israel segera dapat memberikan informasi agar ranjau – ranjau darat dapat segera dibersihkan, karena sangat dibutuhkan pertama untuk operasi UNIFIL dan kedua untuk menyelamatkan korban jiwa, “ kata Dino.

Menurut Dino di akhir pertemuan, Lebanon mengucapkan kembali terimakasih dan penghargaannya atas nama seluruh rakyat Lebanon kepara Presiden, pemerintah dan rakyat Indonesia .”Ungkapan lain yang saya juga dengar dari Menteri Luar Negeri Lebanon yang mendampingi presidennya sebelum keluar mengatakan kepada Presiden, bahwa apabila datang ke Lebanon akan disambut sebagai saudara sebagai keluarga. Saya kira itu juga sebagai pernyataan yang patut kita catat, “ kata Dino. (nnf)