Berita Utama

Presiden Terkesan Kemajuan Olahraga dan Kesehatan Kuba

Havana: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ketertarikannya pada kemajuan dunia olahraga Kuba. Untuk itu Presiden berkeinginan meningkatkan kerjasama yang lebih baik dengan Kuba untuk memajukan dunia olahraga Indonesia. Presiden menyampaikan itu dalam acara santap pagi bersama dengan masyarakat Indonesia di Kuba. Santap pagi dengan menu nasi uduk tersebut, berlangsung di Restaurante Comedor de Aguiar, Hotel Nacional de Cuba, Minggu (17/9) pukul 09.00 waktu setempat (20.00 WIB).

“Saya tertarik Kuba luar biasa maju dunia olahraganya, dan di sini ada WNI yang sedang mengikuti pendidikan di bidang olahraga. Saya berpikir barangkali kita ingin tingkatkan lagi, kita perbanyak lagi, bayangkan 220 juta rakyat Indonesia mosok tidak bisa juara Asian Games. Mosok kalah dengan 9 negara lainnya," kata Presiden di hadapan 60 warga negara Indonesia yang bermukim di Kuba.

"Saatnya telah tiba kita meningkatkan, semarakkan, dan membangkitkan lagi dunia olahraga di negeri kita. Saya akan meningkatkan kerjasama di bidang olahraga dengan Kuba. Kalau perlu nanti kita undang dari provinsi-provinsi untuk belajar di sini, bukan hanya atlet tapi yang penting adalah bagaimana mengelola keolahragaan. Pengelolaan olahraga, pelatihan, manajemen, metodologi," Presiden menambahkan.

Presiden juga menginginkan agar Indonesia dapat belajar dari Kuba yang telah lebih maju bidang kesehatannya. “Kuba kita kenal sebagai negara yang maju di bidang kesehatan, antara lain di biofarmasi. Saya mendapat laporan bahwa sudah sangat maju teknologi di bidang itu, bagaimana industri obat-obatan dan pengobatan penyakit-penyakit yang menakutkan seperti HIV, kanker, hepatitis. Saya mendapat penjelasan kerjasama yang dilaksanakan oleh kita dengan Kuba belum cukup memadai. Saya ingin, bapak duta besar saya tugasi, menteri-menteri terkait untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kita bisa menimba pengalaman dan kita bisa belajar dari Kuba dalam industri biofarmasi itu untuk kepentingan kita. Rakyat Indonesia masih memerlukan pembangunan di sektor kesehatan yang betul-betul bisa menjangkau keseluruhan," lanjut Presiden.

Presiden juga menyampaikan keinginan bekerjasama bidang olahraga dan kesehatan dengan Kuba itu kepada Pejabat Presiden Kuba Raul Castro Ruz pada pertemuan bilateral yang berlangsung di Cubanacan Protocol Lounge, Minggu (17/9)

Kepada seluruh WNI di Kuba yang memang jumlahnya tidak banyak dibanding di negara-negara lain, sekitar 60 orang --itupun sebagian besar adalah keluarga KBRI-- Presiden berpesan agar menghormati dan menyesuaikan diri dengan sistem yang berlaku di Kuba. "Kuba kita kenal negara yang memiliki sistem sosial, sistem politik, sistem ekonomi yang khas, yang menjadi pilihan dari pemerintah dan rakyat Kuba. Di dunia ini berbagai ragam sistem dan pilihan dianut oleh negara-negara yang bersangkutan, tiada lain kita saling menghormati. Kalau barangkali berbeda sistem, baik ekonomi sosial maupun politik, yang berlaku di Indonesia dengan yang di Kuba ini, tentulah masing-masing punya idelogi, punya faham, punya cara pandang yang tentu semuanya untuk kepentingan rakyatnya, dan kepentingan negara yang bersangkutan. Bagi saudara saudara yang mengemban tugas di Kuba ini, apakah diplomat dan yang lain, tentu wajib untuk menghormati dan menyesuaikan dengan apa ada di Kuba ini," ujar Presiden. (nnf)