Berita Utama

Menanggapi Permintaan Maaf Paus Benedictus XVI

SBY Harapkan Ini Akhir yang Baik

Havana: Menanggapi permintaan maaf Paus Benedictus XVI mengenai pernyataan sebelumnya yang kemudian mengundang reaksi keras umat muslim sedunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap bahwa ini akan menjadi satu akhir yang baik dari kemelut ini.

Hal itu disampaikan Presiden dalam keterangan pers kepada media massa Indonesia di Sala Vedado Hotel Nacional de Cuba, Havana, sebelum bertolak meninggalkan Kuba untuk kembali ke tanah air, Minggu (17/9) sore waktu setempat atau Senin (18/9) dini hari karena selisih waktu dengan WIB sekitar 11 jam.

"Saya sudah menyampaikan pernyataan resmi kemarin sehubungan dengan pernyataan Sri Paus Benedictus XVI, dan saya mengikuti perkembangan media masa global ada permintaan maaf dari Sri Paus tentang pernyataan beliau kemarin. Saya kira ini akan mengalir dan tentunya mudah-mudahan ada satu akhir yang baik dari kemelut ini. Saya memberikan apresiasi, berterima kasih kepada banyak pemimpin atau ulama yang ada di Indonesia, saya harus menyebut antara lain Bapak Hazim Muzadi, pimpinan Nahdlatul Ulama, Bapak Din Syamsudin pimpinan Muhammadiyah, kemudian Aa Gym yang dengan bijak, dengan teduh menyampaikan pendapat-pendapatnya," kata Presiden.

"Tentu beliau-beiau juga menyayangkan pernyataan Sri Paus itu, tapi selebihnya beliau juga mengajak agar semua bisa bersabar, semua bisa menahan diri, dan percaya bahwa masalah itu bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi yang kita dengar Sri Paus sendiri sudah meminta maaf. Oleh karena itu, mengulangi seruan saya kemarin, marilah kita dengan arif saling belajar, dan kepada para tokoh dunia, saya berharap betul-betul bisa memahami perasaan pihak lain, apabila ada statement yang bisa menganggu. Dan ini pembelajaran yang luar biasa. Mudah-mudahan kita makin matang, makin dewasa dalam berinteraksi pada tingkat global, antara kita yang berbeda peradaban, berbeda agama, berbeda bangsa, dan lain-lain," kata Prsiden mengakhiri keterangannya. (nnf)