Berita Utama

SBY Buka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia

Presiden pada pembukaan Kongres ke XVII PII di Parkir Timur Senayan, jakarta, Rabu (20/9). (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden pada pembukaan Kongres ke XVII PII di Parkir Timur Senayan, jakarta, Rabu (20/9). (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (20/9) sore menghadiri sekaligus membuka Kongres XVII Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Acara dihadiri sekitar seribu peserta anggota PII yang datang dari seluruh Indonesia. Pembukaan kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden, didampingi Purnomo Yusgiantoro sebagai Ketua Dewan Penasehat PII, Rauf Purnama, Ketua Umum PII serta Sutiyoso, Gubernur DKI.

Dalam ceramahnya, Presiden SBY menyatakan keyakinannya, bahwa arah perjalanan bangsa ini akan benar dan pada saatnya nanti bangsa Indonesia akan memasuki era yang jauh lebih baik dari era sebelumnya. "Jika kita betul-betul punya visi, jelas yang kita ingin lakukan bagaimana kita mengelola sumber daya dan teknologi, inilah era kita tahun – tahun mendatang yang masih harus kita harus hadapi, “ kata Presiden SBY.

Presiden mengingatkan kembali tentang agenda reformasi. “Agenda reformasi harus berjalan terus. Demokratisasi yang sedang berjalan harus kita selamatkan agar kita menjadi negara demokrasi yang sehat dan konstruktif. Dan pembangunan kembali pasca krisis,harus kita galakkan. Bukan hanya untuk kembali pada saat sebelum krisis, tapi lebih dari sebelum krisis," katanya.

"Kita perlu untuk melihat diri kita masing-masing untuk lebih jujur dan obyektif, karena pembangunan nasional yang kita laksanakan menhadapi tantangan yang juga tidak kalah fundamentalnya. Memang saat ini Indonesia masih dalam kondisi sebagai negara berkembang. Kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, sepenuhnya belum lengkap. Inilah yang kita miliki, apa adanya. Walaupun jauh lebih baik dibandingkan tiga puluh tahun yang lalu, tapi belum seperti yang dimiliki negara- Negara maju,” kata Presiden SBY.

Sebelumnya, Ir. Rauf Purnama, Ketua Umum PII dalam sambutannya mengatakan, disadari atau tidak disadari, teknologi merupakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, membangun industri, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan taraf hidup untuk mencapai kesejahteraan," kata Rauf Purnama. PII adalah organisasi profesi yang didirikan pada 23 Mei 1952 oleh Djuanda Kartawidjaja dan Roseno Soeryohadikoesoemo, di Aula Barat Fakultas MIPA dan Teknik Universitas Indonesia, Jalan Ganesha 10 Bandung yang sekarang menjadi ITB. (win)