Berita Utama

Dicanangkan di Nagari Parit Malintang

Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari

Padang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (21/9) siang berada di Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat meresmikan program Pencanangan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari. Presiden didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri, tiba di tempat acara, disambut tarian Jalombang dan upacara pinang dan sirih yang dibawakan gadis-gadis Minang. Acara ini dihadiri 388 Wali Nagari, Badan Wali Nagari, Bupati/Walikota, Camat dan Lurah se Sumatera Barat.

Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim, dalam laporannya mengatakan, 40 persen dari 370 ribu penduduk Kabupaten Padang Pariaman hidup dari sektor pertanian dan berada di garis kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan berbasis Nagari ini merupakan kelanjutan dari program pencanangan kakao oleh Wapres pada 3 Agustus lalu. Program ini diharapkan mampu mengurangi penduduk miskin di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya di Nagari Parit Malintang sebanyak 50 persen sampai tahun 2010 nanti.

Dalam acara tersebut, pari Wali Nagari membuat pernyataan sikap yang dibacakan oleh Wali Nagari Parit Malintang, Syamsul Bachri yang juga Ketua Pokja Wali Nagari se Sumbar. Pernyataan sikap tersebut memuat empat hal. Pertama, para Wali Nagari mendukung program nasional pengentasan kemiskinan. Kedua, para Wali Nagari berkewajiban untuk memimpin peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berbasis Nagari. Ketiga, kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat umum untuk melakukan program pengentasan kemiskinan. Keempat, para Wali Nagari memahami daerah masing-masing untuk mengetahui karakteristik kemiskinanannya sehingga dapat dilakukan pengentasan kemiskinan yang efekif berbasis di Nagari.

Usai pernyataan sikap para Wali nagai itu, Presiden SBY menyampaikan sambutan. Di awal sambutannya yang tanpa teks, SBY mengucapkan sebait pantun. "Pabelok jalan ke Padang Pariaman, habis hujan terbitlah terang. Kami datang dengan cinta dan harapan, kemiskinan hilang kesejahteraan datang.

Dalam sambutannya, Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan jihad di jalan Allah, yaitu dengan melawan kemiskinan dan kebodohan yang merupakan musuh terbesar dari penduduk di seluruh dunia, terutama di Indonesia pada era setelah kemerdekaan ini.

Usai memberikan sambutan, tepat pukul 16.00 WIB, Presiden meresmikan program Pencanganan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari. Diantara rombongan Presiden tampak Menkokesra Aburizal Bakrie, Mendagri M.Ma’ruf, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (rum)