Berita Utama
Kamis, 21 September 2006, 17:28:48 WIB
Presiden di Sumatera Barat:
Tidak Ada Kemiskinan Absolut di Indonesia
Padang: Sekitar 8 juta penduduk dunia akan mati karena hidup sangat miskin dan tidak layak. Indonesia bukan termasuk negara yang punya kemiskinan absolut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal tersebut dalam sambutan persemian program Pencanangan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari di Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (21/9) siang.“Tetapi kita harus jujur mengakui masih banyak masyarakat miskin di negara kita. Ada 37 sampai 39 juta dari 220 juta penduduk kita yang hidup di garis kemiskinan, hampir miskin, dan sangat miskin. Kemiskinan harus diberantas dengan kerjasama pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat luas,” kata Presiden dalam pidato tanpa teks itu.
Presiden juga mengajak semua pihak untuk membantu masyarakat miskin agar keluar dari kemiskinannya, dan yang tidak miskin tidak jatuh pada kemiskinan. Pemerintah, lanjut Presiden, telah mengalokasikan dana penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 52 triliun dalam APBN 2007. “Hal ini agar dimanfaatkan secara maksimal,” Presiden menegaskan.
Pemerintah pusat dengan program yang jelas meminta kepada pemerintah daerah dan swasta untuk menciptakan lapangan kerja. “Jangan mempersulit swasta untuk membuka lapangan kerja. Permudahlah memberikan bantuan, karena pada akhirnya justru akan mengurangi beban dari pemda sendiri,” ujar Presiden SBY. Kepada masyarakat luas, Presiden meminta untuk mendukung dunia usaha dengan bekerja secara produktif, efektif, dan efisien agar pertumbuhan ekonomi tercipta dan kompetitif. “Sedangkan DPR bertugas mengawasi jalannya sistem tersebut, sehingga tetap dalam jalur yang seharusnya untuk kebutuhan masyarakat. Pendek kata, semuanya harus dijalankan dengan sinkronisasi yang efektif oleh semua pihak,” katanya.
Presiden mendukung dan menghargai program pengentasan kemiskinan berbasis nagari yang diharapkan efektif karena yang mengetahui data kesmiskinan asli adalah para Wali Nagari sendiri. Diharapkan prakarsa ini diikuti oleh pemimpin daerah di provinsi lain. “Saya yakin jika semangat dan inovasi ini hidup terus, maka jalan Tuhan akan datang dan bangsa kita setapak demi setapak akan maju. Tidak ada artinya jika industri baik, ekonomi membaik, investasi baik, kalau pemerintah masih korupsi, bekerja asal-asalan dan melakukan pemborosan,” kata Presiden.
Presiden berada di Kabupaten Pariaman bersama Ibu Ani bersama rombongan yang antara lain terdiri Menkokesra Aburizal Bakrie, Mendagri M.Ma’ruf, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (rum)



