Berita Utama
Jumat, 22 September 2006, 10:04:35 WIB
SBY dan Ibu Ani Terimat Gelar Adat
Presiden SBY dan Ibu Negara Jumat (22/9) pagi mendapatkan anugerah Sangsako Adat dari Kerapatan Adat Nagari Tanjung Alam. (foto: anung/presidensby.info)
Gelar tersebut diberikan atas perhatian Presiden SBY terhadap perantau Minang. Usulan pemberian gelar sudah berkembang sejak 2004, saat SBY masih menjabat Menko Polsoskam. Kemudian para Wali Nagari berkumpul dan bersepakat menganugerahkan gelar yang baru dapat dilakukan tahun ini.
Pada saat sambutan, Presiden SBY mengawali dengan membaca pantun. "Mencari ilmu ke tanah datar, berlatih silat untuk membela diri. Alhamdulillah hari ini kami dapat gelar, insya Allah kami akan junjung tinggi." Presiden SBY mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya dan akan menjunjung tinggi gelar tersebut.
"Sejak lama saya telah menghormati budaya Minangkabau. Budaya Minangkabau penuh nilai, adat, dan moral yang tinggi, mengandung nilai-nilai pendidikan, serta mampu menjawab permasalahan kemaslahatan. Di budaya Minang telah berkembang budaya demokrasi pada tingkatan masyarakat, musyawarah mufakat sudah menjadi jalan hidup masyarakat Nagari, dimana di era globalisasi ini, nilai-nilai Minangkabau tetap dapat berkembang, karena nilai-nilai Minangkabau bersikap adaptif dengan tetap menjunjung tinggi moral dan budaya," kata Presiden.
Preiden SBY menambahkan, telah banyak tokoh Sumatera Barat yang menjadi pemimpin, baik skala nasional maupun internasional. "Hal ini karena mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Minangkabau, dengan tetap bersikap adaptif tanpa meninggalkan prinsip moral dan keluhuran. Dan yang paling patut dicontoh adalah eratnya jalinan antara pemerintah dan masyarakat di Nagari. Terdapat budaya Tungku Pikul Ajarangan yang terdiri dari masyarakat, pemerintah, ulama, yang bersatu padu membangun daerahnya," lanjut Presiden.
Menurut Presiden, bangsa yang maju memerlukan tiga hal, yaitu modal dasar kapital, modal dasar manusia, dan modal dasar sosial. "Modal dasar sosial telah dimiliki masyarakat Minangkabau, Tungku Pikul Ajarangan. Hal ini merupakan bentuk civil society yang baik dikembangkan bagi demokrasi dan partisipasi," ujar Presiden SBY. (rum)



