Berita Utama

SBY Diskusi dengan Emerging Markets Forum

Presiden SBY dan mantan Presiden Filipina Fidel V.Ramos sebelum diskusi dengan delegasi Emerging Markets Forum (EMF) di Istana Negara, Jumat (22/9) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan mantan Presiden Filipina Fidel V.Ramos sebelum diskusi dengan delegasi Emerging Markets Forum (EMF) di Istana Negara, Jumat (22/9) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Usai melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sumatera Barat, hari Jumat (22/9) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan diskusi dengan delegasi Emerging Markets Forum (EMF) di Istana Negara. Hadir dalam forum diskusi ini, antara lain, mantan Presiden Filipina Fidel V.Ramos yang saat ini menjabat sebagai salah satu chairman EMF, mantan PM Pakistan Moeen Qureshi, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Mendag Mari E.Pangestu.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden SBY menegaskan bahwa pemerintahan Indonesia pasca krisis semakin hari semakin baik. “Deskripsi yang paling tepat untuk menggambarkan situasi yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah “Indonesia on the move’, yang saya ambil dari judul cover salah satu majalah,” kata Presiden SBY. “Beberapa masalah yang sedang dihadapi Indonesia adalah kemiskinan, penyediaan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan standar kehidupan warga Indonesia,” lanjutnya.

“Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia secara aktif menggunakan strategi yang disebut strategi the triple track. Strategi the triple track terdiri dari pencapaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui kombinasi kekuatan ekspor dan peningkatan investasi, mendorong sektor riil untuk menciptakan lapangan pekerjaan, dan mempromosikan pengembangan ekonomi pedesaan dan pertanian untuk mengatasi kemiskinan," kata Presiden.

"Kabar baik yang datang dari Indonesia adalah Indonesia sudah mampu mempertahankan stabilitas makro ekonomi dan terus berusaha untuk menaikkan dan mencapai kualitas pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan ekspor Indonesia dalam semester pertama mencapai 14,4 persen, lebih tinggi dari yang ditargetkan. Dan saya percaya, kita akan terus mengalami kenaikan angka ekspor ini,” ujar Presiden.

Meskipun keadaan sudah semakin baik, namun Presiden SBY mengakui bahwa pemerintah Indoensia masih mempunyai banyak tantangan. “Pertumbuhan tidak selalu berarti banyak lapangan pekerjaan dan berkurangnya pengangguran. Kami telah mempelajari dari pertumbuhan yang lalu dan kami menginginkan dan berusaha mewujudkan kualitas pertumbuhan yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mendengarkan pendapat dari para delegasi bagaimana negara-negara mereka mengatasi kenaikan harga minyak dunia, memberantas korupsi, meningkatkan investasi, dan bagaimana cara mereka mempercepat pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya, delegasi EMF yang berjumlah 82 orang dan datang dari 30 negara sudah melangsungkan diskusi selama dua hari, dari tanggal 21-22 September 2006. (osa)