Berita Utama

Presiden Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Presiden SBY Bersilaturahmi dengan Keluarga korban Gerakan 30 September usai pemimpin upacara hari Kesaktian Pancasila (foto: Haryanto/Presidensby.info)
Presiden SBY Bersilaturahmi dengan Keluarga korban Gerakan 30 September usai pemimpin upacara hari Kesaktian Pancasila (foto: Haryanto/Presidensby.info)
Jakarta: Suasana hening dan khidmad mewarnai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2006, yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (1/10) pagi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Upacara peringatan ini diadakan untuk mengenang peristiwa yang terjadi 41 tahun yang silam, saat dilakukan aksi kekerasan dan penculikan oleh “Gerakan 30 September” terhadap sejumlah jenderal dan perwira angkatan bersenjata.

Upacara yang dipimpin Presiden SBY dimulai dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPR Agung Laksono, dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, dan pembacaan pembukaan UUD 1945 dari Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Usai upacara, Presiden SBY dan Ibu Ani mendatangi barisan para keluarga korban Gerakan 30 September, bersilaturahmi dan menyalami mereka satu persatu, sementara grup paduan suara para pelajar menyanyikan lagu “Padamu Pahlawan”.

Menurut Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, jangan kita melupakan sejarah. "Ini pengalaman pahit bagi bangsa kita. Sekarang mari kita menatap ke depan, membangun bangsa ini bersama," kata Andi Mallarangeng kepada wartawan. Sementara Mendiknas Bambang Sudibyo dalam sambutan tertulisnya mengatakan, sejarah sebagai peristiwa memang mengenai masa lampau yang sudah kita tinggalkan. Akan tetapi masa lampau tidak dapat kita lupakan begitu saja. Masa lampau masih menjadi bagian dari masa kini, karena kita ingin mengingatnya kembali sebagai suatu peristiwa yang bermakna dan kita refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bambang Sudibyo.

Tampak hadir dalam upacara Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqi, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, sebahagian besar Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan beberapa Duta Besar negara sahabat. (win)