Berita Utama
Minggu, 1 Oktober 2006, 10:58:25 WIB
Presiden Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Presiden SBY didampingi Ibu Ani menghadiri Peringatan Kesaktian Pancasila (Foto:Haryanto/presidensby.info)
Tepat pukul 08.00 WIB, Presiden SBY tiba di tempat acara, lansung menuju podium upacara, didampingi Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Mendiknas Bambang Sudibyo, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menbubpar Jero Wacik dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Upacara dimulai dengan pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Hidayat Nurwahid, lalu pembacaan penandatanganan Ikrar oleh Ketua DPR RI Agung Laksono, serta pembacaan doa yang dilakukan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni sekaligus sebagai penutup upacara.
Menurut Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, jangan kita melupakan sejarah. "Ini pengalaman pahit bagi bangsa kita. Sekarang mari kita menatap ke depan, membangun bangsa ini bersama," kata Andi Mallarangeng kepada wartawan. Sementara Mendiknas Bambang Sudibyo dalam sambutan tertulisnya mengatakan, sejarah sebagai peristiwa memang mengenai masa lampau yang sudah kita tinggalkan. Akan tetapi masa lampau tidak dapat kita lupakan begitu saja. Masa lampau masih menjadi bagian dari masa kini, karena kita ingin mengingatnya kembali sebagai suatu peristiwa yang bermakna dan kita refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bambang Sudibyo.
Hari Kesaktian Pancasila 2006 kali ini bertemakan “Dengan Semangat Kesaktian Pancasila Kita Diperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa untuk Mewujudkan Masyarakat Maju dan Sejahtera” dan sudah menjadi agenda tahunan nasional, untuk mengenang Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965, yang mengakibatkan korban jiwa sejumlah jenderal dan perwira angkatan bersenjata.
Pada akhir acara, diperdengarkan lagu – lagu oleh paduan suara yang terdiri dari murid – murid SMP Negeri 259 Jaktim dan SMA Negeri 48 Jaktim, berkolaborasi dengan Bhayangkari Wind Orchestra. Usai upacara, Presiden SBY dan Ibu Ani mendatangi barisan para keluarga korban Gerakan 30 September, bersilaturahmi dan menyalami mereka satu persatu, sementara grup paduan suara para pelajar menyanyikan lagu-lagu Gugur Bunga, Padamu Pahlawan, dan lagu-lagu lain.
Tampak hadir, selain Ketua DPR, Ketua MPR, dan Ketua DPD, juga nampak Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqi, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Kapolri Jenderal Sutanto, sebahagian besar Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan beberapa Duta Besar negara sahabat, para taruna Akpol, AD, AL, AU,dan Pelajar (win/mit)



