Berita Utama

Presiden Menerima Menpora

Konsep Olahraga Harus Komprehensif

Presiden SBY menerima Menpora di Kantor Presiden, Senin (2/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Menpora di Kantor Presiden, Senin (2/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar olahraga dibangun dalam suatu konsep yang matang dan komprehensif serta melibatkan seluruh stakeholders dan seluruh lapisan masyarakat. Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengatakan hal itu dalam konferensi pers usai diterima Presiden di Kantor Presiden, Senin (2/10) siang.

"Sehingga olahraga ini menjadi suatu bangunan dengan seluruh lapisan masyarakat sebagai sistem yang pondasinya,” kata Presiden, seperti disampaikan Adhyaksa kepada wartawan.

Menpora, yang didampingi Sekretaris Menpora Toho Cholic Mutohir, menghadap Presiden SBY untuk melaporkan beberapa hal. Antara lain mengenai cara mensinergikan antara olahraga prestasi, olahraga rekreasi dan olahraga pendidikan, karena pada saat ini masyarakat terlihat hanya perduli terhadap prestasi saja, sambil mengesampingkan olahraga pendidikan dan rekreasi. “Padahal mustahil juara muncul secara tiba-tiba, atlet-atlet berbakat tersebut muncul melalui pembinaan secara intensif dalam jangka waktu tertentu,” jelas Adhyaksa.

Adhyaksa menambahkan, untuk meningkatkan sektor olahraga, maka harus ada revitalisasi dan restrukturisasi sistem keolahragaan di Indonesia. Hal itu sudah mulai dirasakan setelah adanya UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Untuk mengatasi kemunduran prestasi dalam bidang olahraga, Presiden juga mengarahkan kepada Menpora untuk memetakan olahraga mana yang bisa dibina yang kemudian bisa dijadikan andalan Indonesia. “Untuk itu, kita juga menyampaikan program unggulan, mengirim atlet-atlet kita ke Kuba untuk mempersiapkan Indonesia di SEA Games 2007. Sesuai dengan arahan Presiden SBY dan hasil kunjungan beliau di kuba, kita akan mengirim sekitar 50 atlet, pelatih, termasuk tenaga ahli ke Kuba, supaya akan ada alih teknologi untuk generasi berikutnya," ujar Toho Cholic Mutohir. Atlet yang akan dikirim ke Kuba dari cabang atletik, tinju, senam, dan anggar. (mit)