Berita Utama
Selasa, 3 Oktober 2006, 19:52:37 WIB
SBY Berbuka Puasa Bersama Nelayan Muara Angke
Bekerja Ikhlas Demi Masa Depan yang Baik
Presiden dan Ibu Negara berbuka bersama dan silaturahmi dengan nelayan di TPI Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (3/10). (foto: anung/presidensby.info)
Presiden juga mengajak jajaran pemerintah daerah setempat untuk terus berpikir memajukan kesejahteraan rakyatnya, terutama masyarat nelayan. “Pada bulan Ramadhan ini, saya mengajak semua, terutama jajaran pemerintah yang ada di daerah ini, tolonglah terus berpikir siang dan malam untuk memajukan kesejahteraan rakyat di wilayah ini, masyarakat nelayan," kata Presiden dalam sambutan sebelum berbuka puasa.
SBY mengimbau agar jajaran pemda sering datang ke tempat itu untuk memantau apa yang harus diperbaiki. “Seringlah datang ke tempat ini, apalagi yang harus diperbaiki. Apalagi yang harus dibangun, bagaimana pasarnya, bagaimana untuk pendinginan ikannya, atau storage dan pabrik esnya. Bagaimana jalan-jalannya, kesehatannya, dangkal atau tidak tempat perahu-perahu berlayar dan lain lain," ujar Presiden.
“Kalau semua sering datang ke tempat ini, pastilah kita diingatkan bahwa tempat ini harus terus-menerus diperbaiki, dibangun dan dimajukan. Setelah dibangun, fasilitasnya makin baik, apakah sekolah, klinik, tempat lelang ikan, gedung serbaguna, semua wajib memelihara agar tidak rusak. Kalau tidak rusak, biaya yang harusnya untuk memperbaiki bisa kita gunakan untuk membangun yang lain. Mari kita pelihara bersama-sama... dengan demikian dari tahun ke tahun selalu ada yang kita perbaiki, kita bangun, kita lengkapi. Insya Allah masa depan, kesejahteraan nelayan, makin baik," Presiden menambahkan.
"Marilah kita berbagi tugas dan tanggung jawab. Saya sebagai presiden memikirkan nasib rakyat di seluruh tanah air, meskipun keadaan kadang-kadang sulit, harus terus berpikir dan berbuat untuk rakyatnya," imbau Presiden.
Presiden juga mengingatkan para menteri untuk terus bekerja menyejahterakan rakyat sesuai bidang masing-masing. Menteri Koperasi dan UKM memikirkan kehidupan nelayan dan koperasinya, Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan sesuatu untuk nelayan. Demikian juga Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota, dan Camat. "Tolong terus berpikir dan berbuat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan kita," Presiden menegaskan.
“Pelihara keamanan. Kalau negaranya aman, wilayahnya aman, maka usaha tumbuh. Kalau usaha tumbuh, pengangguran tidak terjadi, bahkan yang menganggur dapat lapangan pekerjaan. Kalau usaha tumbuh nelayan bisa menjual ikannya dengan harga yang pantas, karena rakyat punya uang untuk membeli ikan yang ditangkap oleh nelayan. Kalau usaha tumbuh, ekonomi tumbuh, maka uang negara makin banyak, uang itu untuk membantu rakyat yang memerlukan bantuan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan membangun jalan," kata Presiden menutup sambutannya.
Presiden dan Ibu Negara tiba di tempat acara sekitar pukul 17.00, didampingi Menseskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan, Andi Mallarangeng. Di lokasi TPI Muara Angke, Presiden disambut oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, dan Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo.
Sebelum berbuka, disampaikan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa 1 unit Solar Pek Dealer untuk Nelayan (SPDN) senilai Rp 475 juta dan 1 unit kedai pesisir senilai Rp 400 juta. Bantuan diserahkan oleh Freddy Numberi kepada Dinas setempat. Sedangkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM berupa modal sebesar Rp 500 juta untuk program peningkatan permodalan koperasi dengan pola dana bergulir, yang diserahkan oleh Suryadarma kepada Ketua Koperasi Mina Jaya.
Usai berbuka dan menunaikan shalat maghrib, Presiden dan Ibu Negara meninjau kapal nelayan dan berdialog sejenak dengan 43 nelayan yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Menjawab pertanyaan Presiden, para nelayan menjelaskan bahwa mereka telah menempuh perjalanan dari Tegal ke Muara Angke selama satu hari satu malam. Presiden meninggalkan tempat acara pada pukul 18.45 WIB. (nnf)



