Berita Utama

Presiden Pimpin Upacara HUT TNI

Presiden SBY menyematkan bintang jasa kepada tiga prajurit pada upacara Peringatan HUT ke 61 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Timur, Kamis (5/10). (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyematkan bintang jasa kepada tiga prajurit pada upacara Peringatan HUT ke 61 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Timur, Kamis (5/10). (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kallla, Kamis (5/10) pagi, menghadiri upacara peringatan hari jadi TNI ke 61 tahun 2006, di halaman depan gedung Soedirman Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam upacara, Presiden SBY bertindak selaku Pembina upacara, sementara komandan uoacara Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim yang saat ini menjabat Asops Kasdam Jaya..

Saat menyampaikan sambutan, Presiden SBY mengingatkan kembali amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman pada 17 Agustus 1948, yang dengan raga ringkih akibat sakit tetapi memiliki semangat membara, mengatakan, “Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup. Akan tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi. Jangan bimbang dalam menghadapi macam – macam penderitaan , karena makin dekat cita-cita kita tercapai, makin berat yang harus kita alami,” kata Presiden SBY menirukan ucapan Jenderal Sudirman.

“Amanat dan pesan luhur Jenderal Sudirman ini, bukan hanya menjadi nilai dan komitmen keprajuritan segenap jajaran TNI, tetapi hakikatnya juga menjadi nilai dan komitmen kebangsaan seluruh rakyat Indonesia. Inilah sesungguhnya semangat cinta bangsa dan cinta tanah air yang sejati, serta semanngat pantang menyerah dalam menghadapi ancaman dan tantangan nasional, seberat apapun dan dalam keadaan apapun ancaman dan tantangan itu muncu,” kata Presiden SBY.

Oleh karena itu, Presiden SBY meminta seperti yang telah di amanatkannya pada Hari TNI 5 Oktober tahun lalu, agar dengan jiwa dan semangat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, segenap prajurit TNI terus melaksankan setiap tugas yang diamanatkan oleh negara dengan sebaik-baiknya. Seberat dan sebahaya apapun tugas itu, dan teruslah menjadi contoh atas ketegaran, semangat, dan kesediaan untuk bekerja keras mengatasi persoalan itu,” kata Presiden SBY yang didampingi Panglima TNI Marsekal DJoko Suyanto, KASAD DJoko Santoso, KASAL Slamet Soebiyanto, dan KASAU Marsekal TNI Herman Prayitno

Upacara peringatan HUT TNI diawali pemeriksaan barisan oleh Presiden SBY dengan mengendarai mobil jeep terbuka, lalu Presiden SBY menetapkan dan menganugerahkan penghargaan kepada tiga prajurit TNI. Mereka masing-masing adalah Kapten Infanteri Uci Sanusi dari TNI AD, mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Nararia, Sersan Mayor Era Supandi dari TNI AL, mendapat Bintang Jalasena Nararia, serta Kopral Tome Dacosta dari TNI AU, Bintang Swabuanapaksa Nararia. Penghargaan tersebut diberikan sebagai penghargaaan atas pengabdian masing – masing dalam dinasnya selama minimal 24 tahun terus menerus dan selalu menunjukkan kesetiaannya kepada TNI dan bangsa Indonesia, dengan Keputusan Presiden RI No. 007/015 dan 016 PK Tahun 2006.

Tampak hadir dalam peringatan HUT ke 61 TNI antara lain Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, mantan Panglima TNI Wiranto, sebagian besar Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Atase Pertahanan dan Duta Besar negara sahabat, serta undangan lainnya. Tema HUT TNI kali ini ialah “Dengan landasan semangat pengabdian professionalitas dan solidaritas yang mantap, TNI senantiasa siaga menjaga keselamatan bangsa dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia." (win/mit)