Berita Utama

Presiden:

Saya Himbau Investor Dalam Negeri Berusaha di Negeri Sendiri

Jakarta: Presiden menghimbau kalangan investor dalam negeri untuk menanamkan modalnya di dalam negeri. “Saya membaca di banyak media massa bahwa pengusaha-pengusaha Indonesia juga melaksanakan investasi di banyak negara. Memang, tidak ada larangan dalam undang-undang kita, sah-sah saja. Karena orang mengatakan kapital itu tidak punya nasionalisme. Mana negara yang memiliki iklim investasi baik, maka datanglah ke situ. Tetapi secara moral saya menghimbau negara kita masih memerlukan kapital, masih memerlukan investasi. Harapan saya sejalan dengan upaya kita memperbaiki iklim investasi, sejalan dengan upaya kita mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Saya himbau saudara-saudara kita yang dapat berusaha di negeri sendiri, berinvestasi di negeri sendiri, mari kita gunakan peluang ini sebaik -baiknya," kata Presiden dalam keterangan pers seusai rapat konsultasi dan koordinasi dengan Tim Ekonomi di Kantor Presiden, Jumat (6/10).

Presiden juga mengajak jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi biaya tinggi. “Saya juga mengajak jajaran pemerintah pusat dan daerah janganlah terus kita biarkan ekonomi biaya tinggi terus berlangsung di negeri ini. Perijinan dan perlakuan terhadap dunia usaha makin ke depan harus makin baik karena kita memerlukan kebangkitan dunia usaha untuk penciptaan lapangan kerja, untuk rakyat kita. Dengan demikian saya harap kita semua ikut berkontribusi untuk penciptaan iklim investasi ini dan sekaligus agar semuanya dapat berlangsung dengan baik," ajak Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa komponen pertumbuhan di kuartal kedua adalah ekspor dan pengeluaran pemerintah. “Komponen pertumbuhan kuartal kedua, yang mencapai 5, 22 % kalau kita tengok di situ, sesungguhnya penyumbang utamanya adalah ekspor dan kemudian konsumsi pemerintah atau pengeluaran pemerintah,government spending, government expenditure,“ kata Presiden dalam keterangan pers, didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.

“Tentu kita masih ingin agar investasi itu juga memberikan sumbangan yang lebih signifikan disamping konsumsi. Kalau daya beli kita makin pulih, kalau lapangan pekerjaan makin terbuka hingga rakyat kita makin memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi, maka pertumbuhan di waktu yang akan datang benar-benar dapat disumbang secara kuat. Baik oleh faktor konsumsi, faktor investasi, faktor pengeluaran pemerintah dan faktor ekspor. Alhamdulillah ekspor kita tumbuh dengan baik, demikian juga investasi pemerintah pada kuartal kedua ini juga menggelinding dengan baik. Tetapi sekali lagi investasi benar – benar kita harapkan bisa berkembang lagi di waktu yang akan datang. Terutama investasi swasta. Saya tahu ada beberapa persoalan yang harus kita perbaiki secara bersama menyangkut bidang investasi ini,“ kata Presiden.

“Yang pertama bagaimanapun paket perbaikan iklim investasi ini harus kita sukseskan, ini kewajiban kita. Sebab kalau itu bagus iklimnya, hukum makin pasti, kebijakan ekonomi makin tepat, kemudian stabilitas politik makin bagus. Keamanan di seluruh negeri juga makin bagus pemerintah responsif, perijinan tidak bertele-tele, tidak mahal, di pusat maupun di daerah maka apabila keseluruhan iklim investasi bagus, saya yakin bahwa pada tahun-tahun mendatang atau bulan-bulan mendatang setelah ini akan ada perbaikan di bidang investasi ini,“ sambung Presiden.

“Demikian juga infrastruktur, kami sadar bahwa kalau infrastrukturnya kurang maka mengurangi daya saing untuk investasi kita. Oleh karena itulah kita akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur terutama yang sangat dibutuhkan contohnya listrik pemerintah sedang menyusun program untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebesar 10,000 Megawatt yang ingin menjadi solusi bukan hanya investasi tapi juga untuk rumah tangga untuk industri, komersial dan lain-lain,“ kata Presiden lagi.

“Juga jaring-jaring jalan, pelabuhan, dermaga, telekomunikasi yang akan terus kita tingkatkan pembangunannya di waktu yang akan datang. Soal pajak, kita mengetahui bahwa pajak merupakan insentif fiskal yang baik untuk mengembangkan dunia usaha dan kita menuju kesitu. Mudah-mudahan Undang–undang Pajak yang baru nanti mengarah kepada itu semua. Dan saya berharap policy dari Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga itu menjadikan peluang baru. Saya kira apa yang sudah bisa kita mulai dari sekarang ini marilah kita mulai sekali lagi untuk kebangkitan dunia usaha, kebangkitan sektor riil, yang memang sangat kita harapkan sebagai komponen pertumbuhan dari ekonomi kita,“ kata Presiden.

“Dalam hal ini kita bersyukur bahwa ekspor dan pengeluaran pemerintah telah mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan kita. Tetapi saya masih prihatin karena investasi belum bergerak sebagaimana yang kita harapkan. Dan saya mengajak kepada dunia usaha terutama dunia usaha dalam negeri sendiri untuk juga memiliki komitmen yang bulat untuk membangun ekonomi agar tercipta lapangan kerja dengan demikian akibatnya kemiskinan diharapkan akan berkurang itu adalah yang berkaitan dengan komponen pertumbuhan dan juga harapan saya terhadap dunia usaha,“ kata Presiden. (nnf)