Berita Utama
Jumat, 6 Oktober 2006, 19:53:55 WIB
Ratas Bahas Rancangan PP dan Keppres
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin Rapat Kabinet Terbatas membahas rancangan-rancangan Peraturan Pemerintah (PP) serta Keputusan Presiden (Keppres) di Kantor Presiden, Jumat (6/10) sore. Ratas tersebut dihadiri, antara lain, oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Hatta Rajasa, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menhut M.S. Ka’ban, Mentan Anton Apriyantono, serta Menkeu Sri Mulyani, Mendagri M. Ma’ruf, dan Kapolri Jenderal Sutanto, .Dalam Ratas tersebut, Mendagri memaparkan tentang PP No. 24 Tahun 2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan, kemudian juga mengenai pengganti PP No.25 tahun 2000 yang membahas tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
Menurut Juru Bicara Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng, memang sejak beberapa waktu lalu, untuk rancangan-rancangan PP ataupun Keppres, Presiden selalu meminta menteri-menteri terkait untuk memaparkan dahulu rancangannya di depan Presiden. "Sehingga Presiden dapat memberikan arahan serta koreksi sebelum PP itu menjadi final dan ditandatangani oleh Presiden,” kata Andi, yang juga menekankan bahwa hal tersebut merupakan proses akuntabilitas di dalam kabinet yang langsung dipimpin oleh Presiden. "Sehingga Presiden bisa melakukan supervisi langsung dalam hal pembuatan kebijakan-kebijakan penting," Andi menambahkan.
Usai Rapat Terbatas, M. Ma’ruf menjelaskan kepada para wartawan bahwa ia diberi waktu kurang lebih dua minggu, hingga 15 Oktober 2006, untuk merevisi PP No.25 tahun 2000 tersebut. Karena batas akhir untuk menyelesaikan sebuah PP adalah 2 tahun. “Untuk merevisi PP 25 ini tidak begitu gampang, karena ada 30 UU Sektoral yang harus disesuaikan dengan UU No.32 tahun 2004. Mereka masih belum direvisi, tapi mau tidak mau harus segera menyelesaikan PP ini. Apabila tidak ada revisi, pemerintah daerah akan kebingungan dalam membagi urusan pemerintah pusat dan propinsi,” jelas Mendagri.
Ratas tersebut usai tepat pada pukul 17.30 WIB. Hampir semua menteri yang hadir dalam Ratas langsung menuju Istana Merdeka untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan SBY dan para anak yatim. (mit)



