Berita Utama

Presiden Setelah Mendengar Pemaparan Timnas

Tolong Diperhatikan Benar Penyelamatan Fasilitas untuk Rakyat

Presiden SBY dan Ibu Ani didampingi Gubernur Jatim dan Ibu Imam Utomo, mendengarkan Menteri ESDM Purnomo, di VIP Room Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (8/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani didampingi Gubernur Jatim dan Ibu Imam Utomo, mendengarkan Menteri ESDM Purnomo, di VIP Room Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (8/10) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Sidoarjo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar Tim Nasional Penanggulangan Lumpur, para menteri, Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sidoarjo memperhatikan benar-benar untuk penyelamatan infrastruktur yang ada di sekitar luapan lumpur. Infrastruktur yang oleh Presiden dimintakan untuk diselamatkan itu diantaranya adalah jalan tol, rel KA, pipa gas dan Sutet (saluran tegangan tinggi).

“Pak Menteri, Pak Gubernur, tolong diperhatikan benar penyelamatan fasilitas untuk rakyat itu,” kata Presiden, seusai mendengarkan pemaparan Basuki Hadi Mulyono, Ketua Pelaksana Tim Nasional Penanggulangan Luapan Lumpur Sidoarjo. Pemaparan dilakukan di VIP Room Bandara Juanda. Pesawat Kepresidenan Boeing 737-500 milik Garuda mendarat di Bandara Juanda pukul 09.00 WIB. Seusai mendengarkan pemaparan, Presiden dan rombongan meninjau jalan tol yang mulai dibuka untuk umum setelah selama dua minggu ditutup akibat luapan lumpur, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Jember.

Presiden minta agar tim yang bekerja yakin betul bahwa luapan lumpur bisa ditampung dalam pond. ”Lumpur yang bisa diolah misalnya untuk bata, lanjutkan usaha itu. Kalau lumpur harus disalurkan melalui kali Porong, salurkan yang benar, dan perhatikan betul agar Lumpur itu tidak menyebabkan pendangkalan Kali Porong,” kata Presiden.

Sebelumnya, selama kurang lebih 30 menit Basuki Hadi Mulyono didampingi anggota Timnas lainnya memaparkan beberapa langkah yang sudah diambil untuk menanggulangi lumpur, serta penanganan sosial terhadap masyarakat akibat luapan lumpur yang telah 132 hari keluar dari perut bumi.

Menurut Basuki, untuk membendung luapan lumpur, saat ini telah dibangun tanggul keliling yang panjangnya 7,1 Km. Kalau tanggul-tanggul yang di dalam juga dihitung, maka total panjang tanggul yang telah dibangun mencapai 18,2 Km. “Untuk membuat tanggul sepanjang itu diperlukkan 2 juta M3 sirtu. Sedang besarnya volume lumpur yang berada di kolam diperkirakan 11,75 juta M3 lumpur,” jelas Basuki.

Dijelaskan pula oleh Basuki bahwa saat ini upaya penutupan sumur telah dilakukan dengan Relief Well, dan sudah mencapai 2300 feet. “Pekerjaan itu akan selesai akhir Desember. Tanggal 15 Oktober akan dilakukan pekerjaan Relief Well II, sehingga upaya penutupannya bisa lebih optimal,” kata Basuki Hadi Mulyono.

Kepada Tim Nasional yang dibentuk berdasarkan Keppres, Presiden juga menyampaikan penghargaan, karena Tim Nasional ini dianggap telah bekerja dengan dedikasi tinggi. “Terima kasih dan penghargaan saya pada Tim Nasional atas kepeduliannya, dan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah baik siang maupun malam hari untuk menanggulangi luapan lumpur di Sidoarjo ini,” kata Presiden.

Hadir pula dalam acara pemaparan oleh Timnas itu antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos, Bachtiar Chamsyah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BMUN Sugiharto, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri PDT Saifullah Yusuf, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, Karumga Ahmad Rusdi, Staf Khusus Yenni Wahid, serta Gubernur Jatim beserta Ibu Imam Utomo.(nas)