Berita Utama

Untuk Kedua Kalinya

Presiden Tinjau Luapan Lumpur Sidoarjo

Presiden SBY bersama  Ibu Ani  dan Menteri ESDM  dengan latar belakang danau lumpur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Minggu (8/10) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Ibu Ani dan Menteri ESDM dengan latar belakang danau lumpur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Minggu (8/10) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Sidoarjo: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani dan beberapa menteri, Minggu (8/10) siang meninjau luapan lumpur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ini berarti sudah dua kali Presiden melihat dari dekat luapan lumpur yang keluar dari perut bumi akibat pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas Inc. sejak 132 hari lalu. Pertama kali Presiden datang ke tempat bencana ini tanggal 11 Agustus lalu.

Bersama Ibu Ani dan para menteri serta Gubernur Jatim Imam Utomo dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Presiden selama sekitar 15 menit berdiri di tanggul yang membatasi kolam lumpur dengan jalan tol Kilometer 38 di ruas Porong – Gempol. Ruas tol ini sendiri sudah hampir dua pekan ditutup untuk umum akibat jebolnya tanggul yang mengakibatkan genangan Lumpur menutup jalan tol.

Di lokasi, Presiden SBY mendapat penjelasan langsung dari petugas lapangan yang sedang bertugas tentang volume lumpur maupun penanggulangannya sampai sejauh ini. “Presiden SBY memberikan arahan agar beberapa hal yang telah dipresentasikan oleh tim penanggulangan bencana lumpur sebelumnya dapat segera dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Jubir Andi Mallarangeng.

Sambil melihat kolam lumpur dari jarak sekitar 200 meter dari titik semburan lumpur panas yang terus mengeluarkan asap pekat, Presiden memberi intruksi-instruksi kepada Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro dan Ketua Pelaksana Tim Nasional Penanggulangan Luapan Lumpur Sidoarjo, Basuki Hadi Mulyono. Presiden minta agar konstruksi tanggul diperkuat agar tidak jebol.

Presiden juga menginstruksikan agar dilakukan penyelamatan terhadap infrastruktur yang ada di sekitar luapan lumpur. diantaranya adalah jalan tol, rel KA, pipa gas dan Sutet (saluran tegangan tinggi). Presiden juga minta agar relokasi yang akan dilakukan terhadap penduduk tidak membuat penduduk makin menderita.

Sebelumnya, di VIP Room Bandara Juanda, seusai mendengarkan pemaparan dari Tim Nasional, Presiden minta agar tim yang bekerja yakin betul bahwa luapan lumpur bisa ditampung dalam pond. ”Lumpur yang bisa diolah misalnya untuk bata, lanjutkan usaha itu. Kalau lumpur harus disalurkan melalui kali Porong, salurkan yang benar, dan perhatikan betul agar Lumpur itu tidak menyebabkan pendangkalan Kali Porong,” kata Presiden.

Untuk membendung luapan lumpur, saat ini telah dibangun tanggul keliling yang panjangnya 7,1 Km, sedang tanggul-tangggul yang berada di dalam panjangnya 11,1 Km sehingga total tanggul yang telah dibangun panjangnya 18,2 Km. Sirtu yang dipergunakan untuk membuat tanggul sepanjang itu volumenya sudah mencapai 2 juta M3.

Seusai meninjau luapan Lumpur dari atas tanggul, Presiden dan rombongan segera meneruskan perjalanan menuju ke Jember melalui jalur darat. Ikut dalam rombongan Presiden dan Ibu Ani antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos, Bachtiar Chamsyah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BMUN Sugiharto, Menkes Siti Fadilah Supari, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri PDT Saifullah Yusuf, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, Karumga Ahmad Rusdi, Staf Khusus Yenni Wahid, Gubernur Jatim beserta Ibu Imam Utomo serta Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Presiden SBY meminta kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk memimpin doa yang diikuti para hadirin agar bencana lumpur ini dapat segera diatasi. Doa tersebut dipanjatkan di atas tanggul lumpur di dekat semburan lumpur. Rombongan Presiden menuju Jember melalui jalan tol Gempol yang sempat ditutup.(osa/nas)