Berita Utama

Presiden dialog dengan Petani di Jember

Pembangunan Pertanian Harus Makin Intensif

Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono, hari Minggu (8/10) siang di Desa Rejo Agung, Kec.Semboro, Jember, melakukan temu wicara dengan petani dan UKM.  (foto:haryanto/presisdensby.info).
Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono, hari Minggu (8/10) siang di Desa Rejo Agung, Kec.Semboro, Jember, melakukan temu wicara dengan petani dan UKM. (foto:haryanto/presisdensby.info).
Jember: Kebutuhan pangan adalah kebutuhan yang mutlak. Oleh karena itu, pangan, ketahanan pangan menjadi prioritas penting dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada acara temu wicara Presiden RI dengan petani tebu, kopi, tembakau, dan kedelai serta usaha kecil dan menengah di Desa Rejo Agung, Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, hari Minggu (8/10) siang.

“Sejak Indonesia merdeka hingga sekarang, pembangunan yang kita lakukan tujuannya adalah agar kesejahteraan rakyat dari waktu ke waktu semakin meningkat,” ujar Presiden SBY. “Pembangunan pertanian ke depan harus makin intensif, tepat dan Isya Allah harus berhasil. Ini akan menjadi mimpi yang indah bila tujuan dan cita-cita di tahun 2009 atau 2010 nanti, Indonesia berkecukupan beras, jagung, gula, daging sapi, dan kedelai,” tambahnya.

Menurut Presiden, apabila lima kebutuhan utama tersebut dapat tercukupi, maka ke depannya tidak perlu ada kekhawatiran bangsa Indonesia akan kekurangan pangan. “Tidak akan lagi ada yang meributkan apakah harus impor atau tidak impor, karena semua kebutuhan tersebut sudah tercukupi,” kata Presiden di hadapan lebih kurang tiga ribu petani yangn datang dari kecamatan Semboro dan sekitarnya.

“Jawa Timur menjadi lumbung pangan, saya sangat bangga. Mudah-mudahan hal ini dapat diikuti oleh daerah-daerah yang lain,” ujarnya. “Mari kita semua berusaha meningkatkan pembangunan pertanian, namun dengan tidak merusak lingkungan. Kita berdosa kalau kita terus menerus menguras sumber daya alam, karena yang akan menderita adalah anak cucu kita nanti,” seru Presiden SBY.

Presiden SBY memberi contoh, bahwa banyak negara yang pertaniannya maju namun petaninya tidak maju. “Mari kita melakukan evaluasi. Kita ingin pertanian dan perkebunan kita tumbuh dengan baik tetapi para petaninya juga harus terangkat keatas dan makin sejahtera,” seru Presiden disambut tepuk tangan hadirin. Hal ini menjadi tanggung jawab Pemda, Pemerintah Pusat, dan bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan seperti itu.

Selain Ibu Ani, Presiden juga didampingi antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Camsyah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifulah Yusuf, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, Gubernur Jatim dan Ibu Imam Utomo, Staf Khusus Yenni Wahid, Karumga Ahmad Rusdi dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)