Berita Utama
Minggu, 8 Oktober 2006, 22:15:17 WIB
Doa untuk Musibah Lumpur Sidoarjo
Presiden SBY menyerahkan bantuan dana pembangunan untuk 200 unit Pos Kesehatan untuk pondok pesantren dan dana perkuatan pengembangan ekonomi ponpes se Jawa Timur di Kecamatan Patrang, Jember, Minggu (8/10) petang. (foto:haryanto/presisdensby.info).
Usai berbuka puasa dan salat Magrib berjamaah, pimpinan Pondok Pesantren Al Qodiri Kyai Haji Muzzaki mengucapkan selamat datang kepada rombongan Presiden yang menyempatkan datang ke Pondok Pesantren ini. Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dana pembangunan Pos Kesehatan Pesantren dan dana perkuatan koperasi pondok pesantren kepda Koperasi Pondok Pesantren Nurul Islam Desa paowan, Panarukan, Jember.
Kepada sekitar kurang lebih lima ribu santriwan dan santriwati, Presiden SBY menceritakan perjalanan berkeliling Jawa Timur. Mulai dari mendarat di Surabaya dan mendengarkan presentasi dari tim penanggulangan lumpur Sidoarjo, meninjau lokasi lumpur sampai pertemuannya dengan para petani di Semboro. Dan Presiden mengingatkan bahwa membangun bangsa dan memperbaiki kesejahteraan rakyat tidak semudah membalikkan telapak tanggan. “Semuanya butuh perjuangan dan proses,” kata Presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden SBY adalah Ibu Ani dan Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Camsyah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifulah Yusuf, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Soepari, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Jatim dan Ibu Imam Utomo, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
“Yang dapat merubah masa depan sebuah kaum adalah kaum itu sendiri. Kalau kita ingin maju, maka kita harus bekerja keras seraya memohon kepada Allah SWT. Insya Allah kita bisa,” seru Presiden disambut anggukan setuju para hadirin yang datang. Presiden minta agar pondok pesantren menjadi bagian dari usaha keras pemerintah memajukan kesejahteraan rakyat sebagai pusat kebajikan dan lembaga pendidikan bagi santriwan dan santriwati. (osa)



