Berita Utama

Presiden di PLTU Paiton

Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Probolinggo: Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik tidak hanya untuk keperluan ekonomi, tetapi juga untuk rumah tangga, industri, dan kepentingan komersial, dan keperluan lainnya yang pada akhirnya dengan listrik yang cukup, kemajuan sebuah bangsa secara menyeluruh akan dapat dicapai dengan baik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu, Senin (9/10) siang, dalam sambutannya pada peninjauan Unit PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Presiden SBY mengatakan, PLTU Paiton memiliki kapasitas produksi 3.200 mega watt dari 25.000 mega watt total output secara nasional. Jumlahnya mencapai 13 persen. "Kalau ada apa-apa di Paiton ini, bisa dibayangkan dampaknya bagi Jawa dan Bali," kata Presiden. Oleh karena itu, Presiden SBY meminta kepada tiga perusahaan yang bekerjasama di Paiton untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab. "Karena apa yang saudara kerjakan sangat penting bagi kehidupan masyarakat banyak,” Presiden menambahkan. Ketiga perusahaan itu, yakni PT.Pembangkitan Jawa Bali. PT. Jawa Power, dan PT. Paiton Energy Company.

“Insya Allah dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun ini akan membangun lagi pembangkit 10.000 mega watt, agar sesuai dengan kebutuhan yang ada. Ini adalah suatu program raksasa, tetapi akan terus kita laksanakan, sebab bila tidak dikerjakan akan mengganggu semua kepentingan dan keperluan pembangunan,” ujar Presiden dihadapan sekitar 800 karyawan PLTU Paiton.

Dari 10.000 mega watt tambahan ini, 6.900 mega watt akan dibangun di Jawa-Bali, sisanya 3.100 akan dibangun di luar Pulau Jawa. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan antara suplay dan demand. "Bagi 220 juta rakyat Indonesia, ada dua hal yang sangat penting. Pertama masalah pangan dan kedua adalah energi. Untuk itu saya minta kepada para pemimpin yang ada di Jawa Timur untuk mengemban tugas sehingga dapat mencapai program ketahanan pangan dan energi dengan sebaik-baiknya,” Presiden menegaskan.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Menter Pertanian Anton Apriyantono, Menkes Siti Fadillah Soepari, KSAL Laksamana Slamet Subijanto, dan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo. (osa)