Berita Utama

Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional di Pamekasan

Pamekasan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembaharuan. Kalau sebelumnya peringatan-peringatan hari besar dan hari bersejarah bagi umat Islam selalu dilakukan di Ibukota Jakarta, sekarang peristiwa-peristiwa penting di lakukan di daerah. Peringatan Isya Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional beberapa waktu lalu dilakukan di Medan, Sumatera Utara. Padahal sebelumnya peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad selalu dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Demikian juga untuk memperingati peristiwa pertama kalinya diturunkan ayat Al Quran yang lebih dikenal dengan Nuzulul Quran pada tanggal 17 bulan Ramadhan, biasanya juga diselenggarakan di Masjid Istqlal, Jakarta, kini diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan, tepatnya di Masjid Agung Asy Syuhada, di tengah kota Pamekasan, yang disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI.

Sejak petang, masyarakat Pamekasan dan kota-kota di dekatnya dari Sampang dan Sumenep, berduyun-duyun memasuki masjid, membuat aparat keamanan jadi kewalahan. Hikmah Nuzulul Quran disampaikan oleh Prof.Dr. Muhammad Nuh, Rektor ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya), dilanjutkan dengan sambutan Menteri Agama Maftuh Basyuni, dan sambutan Presiden SBY.

Muhammad Nuh dalam cemarah agamanya antara lain menghubungkan antara Al Quran dengan ilmu pengetahuan. "Al Quran adalah wahyu. Banyak penemuan-penemuan yang mempertegas bahwa Al Quran adalah wahyu, maka semuanya harus disyukuri," Kata Muhammad Nuh.

Dalam acara Nuzulul Quran di Pamekasan ini, Presiden didampingi Ibu Ani dan beberapa menteri, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Meneg BMUN Sugiharto, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri PDT Saifullah Yusuf, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, KSAL Slemet Subiyanto, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, Karumga Ahmad Rusdi, Staf Khusus Yenni Wahid, serta Gubernur Jatim beserta Ibu Imam Utomo dan Bupati Pamekasan Ahmad Syafii, serta Dubes Pakistan untuk Indonesia, Alibas. (nas)