Berita Utama

Presiden:

Landasi Semangat Jihad untuk Memerangi Kemiskinan

Presiden SBY didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni dan undangan lain pada acara peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional  di Masjid Agung Asy Suhada, Pamekasan, Jatim, Senin (9/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni dan undangan lain pada acara peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional di Masjid Agung Asy Suhada, Pamekasan, Jatim, Senin (9/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Pamekasan: Dewasa ini, bangsa Indonesia terus berjuang dan berupaya untuk membangun kembali setelah mengalami krisis beberapa tahun yang lalu, menuju masa depan yang lebih baik. “Perjuangan besar kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi kemiskinan, pengangguran dan mengurangi utang eksternal yang membengkak sebagai akibat dari krisis yang lalu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional di Masjid Agung Asy Syuhada, Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, Senin (9/10) malam.

Untuk mencapai sasaran-sasaran besar itu, lanjut Presiden, pembangunan ekonomi nasional, termasuk kebangkitan dunia usaha, harus berhasil dengan baik. Agar pembangunan ekonomi itu bisa berjalan baik, maka keamanan di seluruh wilayah di tanah air harus makin terpelihara. Hukum dan tatanan harus makin tegak, dan persatuan serta kerukunan masyarakat kita harus makin kuat, lanjutnya.

“Dengan demikian, seluruh komponen bangsa, termasuk umat Islam, diharapkan menjadi bagian dan dapat berperan secara nyata dalam perjuangan bersama tersebut agar nasib dan masa depan bangsa kita menjadi semakin baik. Terlebih kita menyadari jika masih banyak saudara kita yang masih miskin, masih menganggur dan tingkat kesejahteraannya masih rendah, pastilah sebagian besar dari mereka-mereka itu adalah saudara-saudara kita umat Islam. Karena memang demikianlah komposisi penduduk di Indonesia,” kata SBY.

Oleh karena itu, lanjutnya, dilandasi oleh semangat jihad untuk membebaskan saudara-saudaranya dari kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan, maka umat Islam harus lebih terpanggil untuk mengubah keadaan kita agar lebih baik lagi di masa-masa mendatang. “Sementara itu, di arena perjuangan dunia, kita harus bersatu dan berjuang bersama, agar di dalam persaingan global, bangsa Indonesia dapat menang dan tampil secara terhormat,” kata SBY.

“Kita tahu bahwa persaingan antar bangsa di era globalisasi ini amat keras, kadang-kadang kejam. Bangsa yang memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggilah yang akan menang dalam percaturan global itu. Oleh karena itu, pilihan yang ada hanya satu, yaitu bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang unggul dan berdaya saing. Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang memiliki kepribadian kuat dan menguasai pengetahuan dan teknologi serta rukun dan bersatu. Agama Islam telah mengajarkjan dan menuntun umatnya untuk menjadi manusia dan masyarakat yang unggul," kata Presiden.

Sebelumnya, pada acara peringatan Nuzulul Quran di Pamekasan, Prof.Dr. Muhammad Nuh, Rektor ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya) telah menyampaikan Hikmah Nuzulul Quran, disusul sambutan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni. Presiden didampingi Ibu Negara, tiba di Pamekasan Senin (9/10) sore, kemudian melakukan buka puasa bersama masyarakat di Pendopo Kabupaten Pamekasan.

Tampak hadir dalam peringatan Nuzulul Quran di Pamekasan antara lain sesepuh masyarakat Madura dan mantan Gubernur Jatim Moh.Noer, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Meneg BMUN Sugiharto, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri PDT Saifullah Yusuf, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Sesmil Bambang Soetedjo, KSAL Slemet Subiyanto, Jubir Presiden Andi Mallarangeng, Karumga Ahmad Rusdi, Staf Khusus Yenni Wahid, serta Bubernur Jatim beserta Ibu Imam Utomo dan Bupati Pamekasan Ahmad Syafii, serta Dubes Pakistan untuk Indonesia, Alibaz Khan. (nas)