Berita Utama

SBY Dukung Pembangunan Kembali Masjid Prambanan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Rabu (11/10) siang menerima panitia pembangunan Masjid Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, hari Rabu (11/10) siang di Kantor Presiden. Rombongan panitia yang dipimpin Hidayat Nurwahid sebagai Ketua Dewan pembina Yayasan Masjid Raya Al-Muttaqun antara lain adalah Anggota Dewan Pembina Timbul Haryono, Ketua Yayasan Agus Sugiharto, Bupati Klaten Sumarno, dan Ketua Tim Perencanaan Pembangunan Masjid, Robbyantoro. Presiden SBY didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Seskab Sudi Silalahi.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana untuk membangun kembali Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan di Klaten, Jawa Tengah, yang hancur karena musibah gempa bumi yang melanda DI Yogyakarta dan Jateng 27 Mei lalu. “Sejak tiga hari sesudah gempa, saya sudah bertemu dengan Bapak Presiden dan menyampaikan kondisi dan rencana ini. Beliau sangat antusias untuk mendukung dibangunnya kembali Masjid Raya Prambanan,” kata Hidayat usai menghadap Presiden.

Menurut Hidayat, pendekatan dari pembangunan ini adalah menjadi bagian dari recovery kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta pasca gempa. Selain itu, tujuannya adalah untuk menghadirkan satu Masjid fenomenal yang menggabungkan keunggulan-keunggulan Masjid dalam sejarah Jawa seperti Masjid Walisonggo di Demak, Masjid Keraton Yogya, Masjid Keraton Surakarta dan menggabungkan arsitektur Masjid yang ada pada di dunia modern yaitu Masjidil Haram di Mekah, Masjid Nabawi di Madinah, bahkan Masjid Cordova yang ada di Spanyol.

“Itu adalah gabungan dari apresiasi keunggulan lokal, apresiasi terhadap perkembangan dunia global, sekaligus juga beberapa pendekatan baru terkait dengan masjid yang harus ramah lingkungan, hemat air dan energi. Oleh karena itu di dalam masjid tersebut akan dirancang saluran air yang dapat di daur ulang sedemikian rupa sehingga tidak menjadi mubazir, apalagi melihat kenyataan bahwa Indonesia susah air. Listrik juga dirancang menggunakan solar sistem dan tidak tergantung kepada listrik,” lanjut Hidayat.

Presiden SBY yang mendukung rencana ini dan langsung menginstruksikan tiga menteri untuk mendukung pembangunan masjid ini, yaitu Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri PU Djoko Kirmanto dan Seskab Sudi Silalahi. “Menteri Agama ditunjuk Presiden menjadi koordinator untuk berkomunikasi dengan pihak yayasan di Prambanan guna melanjutkan realisasi pembangunan masjid ini,” ujar Hidayat.

Pembangunan Masjid Prambanan ini memakan biaya kurang lebih Rp 20 milyar, menggunakan dana di luar anggaran APBN. “Presiden sendiri akan memberikan sumbangan atas nama pribadi dan juga dari kolega-kolega beliau yaitu kepala negara dari negara-negara sahabat. Yang sudah disebutkan akan menyumbang adalah Sultan Brunai Darrusalam,” tambahnya. Sementara pelaksanaan pembangunan masjid ini akan dimulai setelah hari Raya Idul Fitri dan diperkirakan akan selesai dalam rentang waktu satu setengah sampai dua tahun.

“Akan terjadi perubahan total pada masjid ini, namun namanya masih tetap Masjid Al-Muttaqun. Masjid ini berada di atas tanah wakaf yang dipergunakan hanya untuk masjid untuk seluruh umat tanpa melihat latar belakang politik dan budaya, semuanya adalah umat Islam. Masjid ini adalah masjid transit, sehingga siapapun yang mengunjungi candi Pramandan dapat berkunjung ke masjid ini,” tutup Hidayat. (osa)