Berita Utama

Hasil Survey LSI 2 Tahun Pemerintahan SBY - JK

SBY Masih Jadi Figur yang Diharapkan

Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono masih dipandang rakyat Indonesia sebagai sosok tokoh nasional yang akan lebih mampu memimpin Indonesia ke depan. Pandangan tersebut merupakan kesimpulan dari hasil survey yang dilakukan LSI (Lembaga Survey Indonesia), dengan tema “Survey Opini Publik Kepemimpinan Nasional : Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan SBY – JK “. Dari hasil survey yang dipaparkan oleh LSI di Hotel Sari Pan Pacific, Rabu (11/10) sore ini, SBY dipilih oleh sebanyak 37 persen dari total 1.239 responden yang mewakili seluruh Indonesia.

Dari hasil survey ini nampak bahwa faktor perbaikan ekonomi yang dilakukan pemerintahan SBY – JK telah meningkatkan kepuasan atas kinerja SBJ – JK. Publik menilai baik upaya pemerintah untuk menstabilkan nilai rupiah terhadap dollar, menjamin tersedianya sembako, mengundang investor, dan mengatasi permasalahan infrastruktur. Meskipun kinerja pemerintah dalam hal mengurangi jumlah orang miskin, mengurangi jumlah pengangguran, menjaga harga terkendali, menjamin tersedianya BBM, dan mengendalikan harga BBM, masih dinilai masih kurang.

Sedangkan dalam bidang politik dan hukum dan politik, kinerja pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba, kriminalitas, perjudian, dan pemberantasan korupsi dinilai baik. Demikian juga mengenai penanganan terorisme, konflik komunal, perlindungan TKI dan illegal lodging. Penilaian baik pun diarahkan pada hal upaya mengatasi masalah pertambangan liar, pelayanan kantor pemerintah, separatisme di Papua dan GAM, sehingga persepsi yang positif ini meningkatkan kepuasan publik terhadap kinerja SBY – JK.

Untuk bidang kesejahteraan rakyat ( kesra ), kinerja pemerintah juga dinilai baik untuk penanganan masalah pelayanan kesehatan, pendidikan yang terjangkau, pemberdayaan perempuan, masalah flu burung, meskipun penanganan masalah lumpur panas di Sidoarjo dinilai masih kurang.

Kinerja Kementrian dan Departemen ( Kabinet ) secara umum dinilai sedang dan baik. TNI berada pada posisi penilaian tertinggi, sedang Departemen Kehutanan pada posisi terendah. Dari semua Departemen dan Kementrian, yang memiliki hubungan terkuat dengan penilaian atas kinerja pemerintahan adalah Menko Perekonomian, dan Departemen - departemen terkait di bawahnya.

Pada bagian kepemimpinan alternatif, hasil survey memaparkan bahwa publik menilai SBY masih dipandang sebagai figure yang paling mampu memimpin Indonesia yang sedang menghadapi berbagai masalah ini. Begitu besarnya selisih antara SBY dan tokoh – tokoh lain dalam mempersepsikan siapa yang lebih mampu memimpin Indonesia ke depan menunjukkan kegagalan dan kemandegan rekruitmen dan kaderisasi politik di tingkat elite partai. Dan SBY populer nyaris tanpa pesaing berarti, demikian hasil penelitian SLI.

Tetapi meskipun begitu, hampir semua anggota masyarakat melihat pentingnya oposisi untuk mengkritisi dan mengontrol jalannya pemerintahan SBY – JK agar pemerintah membuat kebijakan – kebijakan dan implementasinya yang mencerminkan kepentingan rakyat. Tapi sejauh ini tidak ada satu pun tokoh yang mampu mengambil peran oposisi secara menonjol yang mendapat pengakuan dari rakyat, sehingga ia dipandang akan lebih mampu dibanding SBY dalam memimpin Indonesia.

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng yang juga turut menjadi salah satu pembicara menyatakan Presiden SBY mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. “Alhamdulillah, terimakasih atas dukungan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan dan kebijakan – kebijakannya. Tetapi hasil yang baik ini tidak untuk berpuas diri karena masih banyak masalah yang harus diperbaiki lagi, seperti pengangguran dan kemiskinan dan beberapa masalah lain. Presiden SBY bertekad untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk melindungi melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ kata Andi seusai acara yang juga dihadiri oleh Pramono Anung dari PDI Perjuangan, dimoderatori oleh Anis Baswedan ( Peneliti Utama LSI ), dan Saiful Mujani selaku Direktur Eksekutif LSI yang memaparkan hasil survey. ( nnf )