Berita Utama

SBY Terima Delegasi 21 Perusahaan AS

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (12/10) pagi menerima 35 orang delegasi dari 21 perusahaan Amerika Serikat yang tergabung dalam US - ASEAN Business Council Mission to Indonesia. US - ASEAN Business Council Mission to Indonesia adalah bagian dari US - ASEAN Business Council yang beranggotakan kurang lebih 500 perusahaan terkemuka di Amerika Serikat.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menyampaikan beberapa rekomendasi bagi pemerintah Indonesia guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta penanaman modal di Indonesia. Beberapa anggota dari US - ASEAN Business Council Mission to Indonesia yang hadir adalah Ketua dan wakil ketua US - Indonesia Business Council Robert W. Haines serta Matthew P. Daley, Managing Director Coca Cola Indonesia Robert Foye dan Managing Director FedEx Express John Lumley-Holmes.

Pada kesempatan ini, US - Indonesia Business Council Mission to Indonesia menyampaikan beberapa rekomendasi yang berkaitan dengan pembentukan peraturan dan hukum yang lebih efisien guna meningkatkan tingkat penanaman modal di Indonesia, disusul dengan rekomendasi lain untuk bidang energi, minyak dan gas bumi, serta di bidang otomotif. Disebutkan juga bahwa US - ASEAN Business Council Mission to Indonesia mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu kesehatan penduduk Indonesia, serta mendukung perkembangan Information and Communications Technology di Indonesia.

Dalam sambuatnnya Presiden menyampaikan terima kasih kepada perusahaan - perusahaan yang telah setia kepada Indonesia walaupun Indonesia telah diterpa berbagai musibah dan krisis. "Kita telah mengalami berbagai macam cobaan yang mendorong kita untuk berimprovisasi dalam menanggulangi bencana. Tidak seorangpun dari kita menyangka akan kedatangan tsunami, gempa bumi, musibah flu burung, kenaikan harga minyak yang drastis, peristiwa bom Bali yang kedua, serta penurunan nilai tukar mata uang. Saya belum tahu pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Oleh karena itu saya tidak akan mengurangi kewaspadaan mengenai hal - hal yang tidak terduga yang akan terjadi di Indonesia. Walaupun demikian, Indonesia dapat bertindak dengan cepat dalam menanggulangi musibah yang terjadi. Setiap krisis yang kita hadapi telah membuat Indonesia menjadi lebih kuat dan lebih baik. Fakta yang ada telah menunjukkan hal tersebut", jelas Presiden SBY kepada para peserta pertemuan tersebut.

SBY juga menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan reformasi positif di bidang konstitusi, legislatif, politik, ekonomi, sosial, militer, serta birokrasi. Reformasi - reformasi yang dilakukan pemerintah tersebut telah membuat Indonesia jauh maju ke depan. "Jelas, saya akan membawa Indonesia untuk menjadi jauh lebih maju dari sekarang," tambahnya. Situasi ekonomi makro ekonomi di Indonesia telah berkembang dengan baik dengan perkembangan 5,6 persen pada tahun 2005, dan menargetkan akan mencapai 6.3 persen pada tahun 2007. SBY juga mengharapkan kestabilan tingkat inflasi pada 8% di tahun ini.

Selain itu masalah hutang Indonesia pun menjadi lebih baik dari tahun - tahun sebelumnya. Menurut SBY, pada tahun 2000, hutang pemerintah terhadap rasio GDP mencapai 88.6 persen, sedangkan tahun lalu berkurang jauh secara signifikan menjadi 48 persen. "Kami berharap bisa mencapai angka 40 persen pada akhir tahun 2006 ini", ujar SBY. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia mampu untuk membayar hutang - hutangnya lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Presiden mengajak seluruh peserta untuk ikut turut berpartisipasi aktif dalam Zona Ekonomi Ekslusif yang sedang dibangun oleh pemerintah di daerah Batam, Bintan serta Karimun. "Kami sadar bahwa Indonesia masih memiliki banyak sekali tantangan, mulai dari kebutuhan indonesia untuk melakukan reformasi birokrasi dan membuatnya menjadi semakin efektif dan efisien yang dapat meningkatkan infrastruktur kita. Ini adalah tantangan terbesar bagi kami. Oleh karena itu kami ingin mengajak partisipasi aktif Anda semua untuk meningkatkan perkembangan ekonomi di Indonesia", kata SBY kepada peserta yang hadir.

Turut hadir mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan hari ini adalah Menperin Fahmi Idris, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Meneg BUMN Sugiharto, serta Seskab Sudi Silalahi. Juga ikut dalam pertemuan tersebut Kepala BKPM Muhammad Luthfi dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Mohammad Hidayat. (mit)