Berita Utama
Jumat, 13 Oktober 2006, 22:30:16 WIB
SBY Serahkan Bantuan untuk UKM
UKM Bisa Kurangi Pengangguran
Demak: Presiden mengajak masyarakat Demak dan Indonesia umumnya untuk mengotimalkan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di manapun. “Dengan jumlah UKM yang banyak, bisa dipastikan akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan karena tenaga kerja yang ada akan dipergunakan oleh UKM,” katanya, usai salat Tarawih di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Jumat (13/10) malam.Presiden lebih lanjut mengatakan, Demak adalah salah satu kota yang sukses dalam memberdayakan UKM dan usaha mikro. Begitu pula dalam memaksimalkan potensi pertanian yang melimpah. “Demak menghasilkan 303 ribu ton beras per tahun, dimana hanya 120 ribu ton yang dikonsumsi oleh penduduk Demak, sehingga ada 210 ribu ton produksi surplus,” ujar Presiden SBY.
Jika kondisi tersebut bisa dipertahankan oleh Demak dan bisa dilaksanakan serupa oleh daerah lain, lanjut Presiden, bisa dipastikan Indonesia di masa depan akan swasembada pangan sehingga tidak perlu lagi mengimpor beras. Presiden mengamanatkan untuk bersama-sama berjuang dalam mempertahankan kemampuan produksi pangan ini.
Sebelumnya, SBY secara simbolis menyerahkan bantuan untuk 307 koperasi di Jawa Tengah senilai Rp 41,7 miliar. Bantuan meliputi, pertama, Program Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro (P3UKM) yang direalisasikan kepada 234 koperasi senilai Rp 20,9 miliar. Kedua, Program Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren melalui pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) yang direalisasikan kepada 34 Koppontren senilai Rp 5,4 miliar. Ketiga, Bantuan Perkuatan Dana kepada Koperasi dalam rangka pengembangan usaha kepada 39 koperasi senilai Rp 15,4 miliar.
Tampak hadir pada penyerahan bantuan kepada UKM ini, antara lain, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkes Siti Fadillah Soepari, Seskab Sudi Silalahi, dan dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Pati Djalal. Juga para Staf Khusus Presiden, Yeni Wahid, Heru Lelono, Irvan Edison, dan Sadan Marbun,. Juga Gubernur Jateng Mardiyanto yang sebelumnya memberikan laporan perkembangan UKM di wilayahnya. (dis)



