Berita Utama
Jumat, 13 Oktober 2006, 23:03:33 WIB
SBY pada Salat Tarawih di Demak
Jadikan Indonesia Bangsa Terhormat
Demak: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk bersama-sama berjuang menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa terhormat di mata negara-negara lain. Ajakan ini disampaikan Presiden dalam wejangan usai salat Tarawih di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Jumat (13/ 10) malam.Oleh karena itu, Presiden mengharapkan semua pihak membangun Indonesia. Tidak terkecuali para konglomerat dan orang kaya. “Tentu akan lebih baik jika para investor dalam negri atau para konglomerat menitikberatkan investasinya di dalam negri terlebih dahulu sebelum ke luar negri,” kata Presiden SBY.
Presiden mengatakan bukan tidak boleh para konglomerat berinvestasi di luar negri. Tetapi Presiden mengingatkan mereka untuk lebih memaksimalkan potensi yang dimiliki dan untuk berperan serta dalam pembangunan nasional. Jika semua pihak mau bekerja sama, Presiden optimistis ke depan bangsa Indonesia akan dihormati oleh bangsa-bangsa lain.
Pemerintah sendiri telah dan sedang bekerja keras untuk menciptakan kesejahteraan sosial, menekan kemiskinan dan pengangguran. “Tanda-tandanya sudah mulai terllihat. Inflasi yang menurun di bawah 8 persen, suku bunga yang terus turun yang pada saat bersamaan akan merangsang kredit murah bagi pengusaha kecil, sampai dengan jaminan keamanan investasi menjadi salah satu prioritas pemerintah,” ujar SBY.
Untuk mendukung program mewujudkan kesejahteraan sosial, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, lanjut Presiden, pemerintah bersama-sama DPR pada 2007 telah mengalokasikan dana Rp 50 triliun.
Setelah wejangan Presiden yang berlangsung sekitar 30 menit, acara salat Tarawih bersama ditutup dengan pembacaan doa dari ulama Demak. Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan meninggalkan Masjid Agung dan langsung menuju ke Hotel Grand Candi, Semarang.
Menyertai dalam rombongan, antara lain, Menag M.Maftuh Basyuni, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri UKM dan Koperasi Suryadarma Ali, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Jubir Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, serta para Staf Khusus Presiden, Yeni Wahid, Irvan Edison, Heru Lelono, dan Sardan Marbun. (dis)



