Berita Utama
Senin, 16 Oktober 2006, 21:50:42 WIB
Presiden di Samarinda, Kaltim
Ditata Kembali, Pipanisasi Gas dari Bontang ke Pulau Jawa
Presiden SBY saat shalat Tarawih di Masjid Raya Darussalam, Samarinda, Kaltim, Senin (16/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Apa yang dikatakan Presiden ini untuk menanggapi pernyataan Sekprov Kalimantan Timur Syaiful Teteng, yang sebelumnya mengeluh soal banyaknya elemen masyarakat yang menolak rencana pipanisasi gas dari Bontang - Pulau Jawa. Rencana itu akan menyalurkan gas alam dari Bontang ke Semarang, Jawa Tengah, dengan pipa sepanjang lebih dari 1.000 Km.
Alasan Presiden akan menata kembali kebijakan itu karena ternyata di Cepu, menurut informasi dari Menteri ESDM, terdapat kandungan gas yang begitu besar. "Semula memang ada rencana mengalirkan gas dengan pipa dari Bontang ke Pulau Jawa sesuai pasar. Ingat bukan Jawanya, tetapi pasarnya! Tapi kita akan tata kembali. Yang penting kita menghindari sebuah kebijakan yang merugikan rakyat dan daerah,” kata Presiden SBY.
“Yang menjadi tujuan sebenarnya bukan pipanisasi, tapi gas kita, baik yang diproduksi di Bontang, Arun maupun Riau, dimana selama ini banyak diekspor ke luar negeri. Padahal kebutuhan dalam negeri makin hari makin meningkat. Akibatnya kita terlalu banyak menggunakan BBM. Dampaknya subsidi BBM jadi membengkak. Karena subsidi membengkak, maka subsidi pendidikan dan kesehatan jadi berkurang,” kata Presiden SBY dihadapan sekita 15 ribu jamaah yang memadati masjid Darussalam.
Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah akan membuat kebijakan, bagaimana gas Indonesia digunakan dengan baik, yang sebagian besar dipergunakan dalam negeri. Ke depan kita tidak boleh terlalu banyak menggunakan BBM. Kita akan menggantikan sebahagian ke gas, batubara, bioenergi, dan lain-lain,” ujar Presiden SBY.
Senin (16/10) malam, Presiden SBY didampingi Ibu Negara melakukan shalat Tarawih bersama masyarakat Kaltim di Masjid Raya Darussalam, Samarinda, yang dibangun tahun 1925. Sebelum melakukan shalat Tarawih yang dipimpin imam K.H.Ramly, Presiden SBY memberi sambutan. (win)



