Berita Utama
Senin, 16 Oktober 2006, 21:45:08 WIB
Pembangunan Infrastuktur di Kaltim Sudah Menelan Rp 800 M
Presiden SBY menyerahkan bantuan UKM di Masjid Raya Darussalam, Samarinda, Kaltim, Senin (16/10) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Pada bagian lain sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa rencana kebijakan pembangunan ekonomi zona sosial dan keamanan sepanjang perbatasan di Kaltim memang sempat menimbulkan salah pengertian beberapa negara sahabat. “Kebijakan kita tentang pembangunan ekonomi zona sosial dan keamanan sepanjang perbatasan, dimana Bappenas telah menggodok persoalan ini, ternyata menimbulkan salah pengertian banyak negara, seperti beberapa negara di Asia Tenggara dan Eropa. Mereka bertanya kepada saya, ketika saya berkunjung keluar negeri, apa betul akan terjadi pembangunan daerah perkebunan, yang bisa mengganggu hutan di Kalimantan. Saya katakan tidak betul. Tidak mungkin kami merusak hutan sendiri, yang menjadi nafas dan kehidupan bangsa sendiri,” kata Presiden SBY.
“Tapi tentunya ada wilayah-wilayah yang dapat kami gunakan untuk membuka perkebunan kelapa sawit dan perkebunan yang lain untuk kesejahteraan rakyat Kalimantan dan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Tidakkah itu hal yang wajar? Oleh karena itu, kita terus menggodok dan matangkan rencana ini. Kita bicarakan nanti dengan Kalbar, Kalteng dan Kaltim, untuk mengembangkan rencana itu, tanpa merusak lingkungan dan tanpa dicurigai oleh pihak lain, seolah-olah kita tidak pandai mengolah lingkungan di wilayah kita,” kata Presiden SBY.
Presiden didampingi Ibu Negara tiba di Balikpapan Senin siang, untuk melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kaltim, sekaligus melakukan buka bersama dan shalat Tarawih bersama masyarakat Kaltim. Setibanya di Balikpapan, Presiden dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan melalui darat ke Samaranda. Dalam rombongan Presiden tampak beberapa menteri, antara lain, Menag Maftuh Basyuni, Mendagri M.Ma’ruf, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Seskab Sudi Silalahi, dan dua Jubir Presiden Andi. A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal serta staf khusus Presiden, Yenny Wahid dan Heru Lelono. (win)



