Berita Utama

Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK-PBB

Makin Terbuka Peluang Berkontribusi Ciptakan Perdamaian Dunia

Presiden SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda memberi keterangan pers di Lanud Halim PK, Selasa (17/10), setibanya dari Kalimantan Timur. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda memberi keterangan pers di Lanud Halim PK, Selasa (17/10), setibanya dari Kalimantan Timur. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia secara resmi telah terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 2007-2008 dalam sidang ke-61 Majelis Umum PBB yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2006 di New York. “Indonesia terpilih bersama-sama dengan lima negara yang juga terpilih untuk periode yang sama yaitu Afrika Selatan, Belgia, Italia dan yang mewakili Amerika Latin yang sekarang belum terpilih karena Guatemala dan Venezuela belum memenuhi persyaratan angka yang telah ditetapkan yaitu dua pertiga dari jumlah anggota PBB,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataan persnya sesaat setelah mendarat di Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma, Selasa (17/10).

“Indonesia mendapatkan 158 suara dari 192 anggota PBB. Ini jelas diatas dua pertiga suara atau yang setara dengan 128 negara. Dengan terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB, maka terbuka peluang lebih luas lagi bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi di dalam penciptaan perdamaian dan keamanan dunia,” tambah Presiden.

Presiden SBY berterimakasih kepada negara-negara sahabat yang telah memberikan dukungan kepada Indonesia. Dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB, maka mulai tanggal 1 Januari 2007 mendatang, Indonesia akan resmi berada dalam lembaga ini. “Mudah-mudahan kita bisa berkontribusi dalam banyak hal dalam penciptaan perdamaian dan keamanan dunia,” ujar Presiden kepada wartawan.

Terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB adalah untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya Indonesia terpilih pada tahun 1974-1075 dan 1995-1996. Pencalonan Indonesia didukung oleh ASEAN melalui ASEAN Ministerial Meeting di Brunai Darussalam pada 29-30 Juli 2002, dan Organisasi Konferensi Islam melalui OIC Ministerial Conference di Istambul pada 14-16 Juni 2004.

Saat menyampikan keterangan pers, Presiden SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa/mit)