Berita Utama
Kamis, 19 Oktober 2006, 15:00:45 WIB
Peresmian PLTA Musi Ujan Mas
Presiden SBY meresmikan PLTA Musi Ujan Mas, di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (19/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, keberadaan PLTA Musi Ujan Mas ini sangat tergantung pada ketersediaan air sungai Musi. Oleh karena itu, Presiden mengharapkan semua pihak ikut menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi, dengan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan. "Dengan menjaga lingkungan DAS Musi, maka keberlangsungan PLTA Musi Ujan Mas sebagai investasi yang mahal dapat terus digunakan untuk memacu percepatan pembangunan sektor lainnya yang akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di propinsi Bengkulu," kata SBY.
PLTA terbesar se Sumatera yang dikelola PT. PLN ini, menurut laporan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, menelan biaya 159 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Dana tersebut berasal dari pinjaman luar negeri atau soft loan dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp 1,14 triliun dan dari APBN sebesar Rp 245 miliar serta dari PLN sebesar Rp 113 miliar. Pembangunan PLTA ini sempat tertunda beberapa tahun karena krisis ekonomi tahun 1998, namun akhirnya dapat diselesaikan di tahun 2006 ini.
Dalam acara tersebut, selain didampingi Ibu Negara, Presiden juga didampingi Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Mentan Anton Apriyantono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. Presiden beserta rombongan sempat beristirahat di guest house PLTA dan menunaikan salat Dzuhur. Setelah itu menuju tempat peresmian acara pada pukul 12.10 WIB.
Acara yang dihadiri oleh seluruh Gubernur se Sumatera ini dimulai dengan sambutan dan ucapan selamat datang dari Gubernur Bengkulu Agusrin Nadjamudin. Lalu dilanjutkan penyerahan tiga penghargaan kepada tiga bupati yang membantu proyek PLTA Musi Ujan Mas ini dengan memotivasi masyarakat. Ketiganya adalah Bupati Kepahiang Bando Amin C. Kader, Bupati Rejang Lebong Suherman serta Bupati Bengkulu Utara Imron Rosadi. Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden SBY dan meresmikan pengoperasiannya PLTA Musi dengan menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti, dengan didampingi oleh Menteri ESDM, Country Director ADB, Dirut PLN dan Gubernur Bengkulu.
Kemudian Presiden menuju ke tempat pencanangan penanaman pohon Jarak. Penanaman pohon Jarak tersebut bersifat nasional, namun dilakukan secara simbolis oleh SBY dan Ibu Ani di Bengkulu. Di sana SBY menyerahkan benih unggul bermutu Jarak Pagar kepada perwakilan LSM Jatropha Center, perwakilan petani pembina Pohon Jarak, dan perwakilan Kelompok Tani Pohon Jarak.
Menurut Gubernur Bengkulu, rencananya Pohon Jarak tersebut akan ditanam sebanyak 100 juta batang di lahan seluas 50.000 hektar. Ditargetkan pada tahun 2009, akan ditanam di lahan seluas 250 ribu – 300 ribu hektar yang akan menggunakan lahan marjinal.
Kemudian Presiden meninjau Power House yang berjarak sekitar 30 menit dari lokasi peresmian PLTA. Di Power House tersebut, Presiden mendapatkan penjelasan mengenai Power House. Power House berupa gedung pembangkit sentral yang berisikan turbin-turbin berkecepatan tinggi yang mengolah tenaga air menjadi listrik. Power House panjangnya 1,5 km dan berada di kedalaman 400 meter di bawah permukaan tanah.
Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan meninggalkan PLTA Musi Ujan Mas menuju Kota Bengkulu pada pukul 15.30 WIB, menggunakan helikopter kepresidenan dari helipad Batalyon 144 Jaya Yudha Kabupaten Rejang Lebong. Masyarakat melepas dengan iringan kesenian tradisional dan mengibarkan bendera merah putih. Sore nanti, Presiden akan berbuka puasa dan salat tarawih berjamaah di Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan Kota Bengkulu. (nnf/rum)



