Berita Utama

Di Bengkulu

Presiden Canangkan Penanaman Pohon Jarak

Ibu Ani menanam pohon jarak pada peresmian PLTA Musi Ujan Mas, di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (19/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Ibu Ani menanam pohon jarak pada peresmian PLTA Musi Ujan Mas, di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (19/10) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Bengkulu: Agenda Presiden SBY di Provinsi Bengkulu selain untuk meresmikan pengoperasian PLTA Musi Ujan MAs 3 x 70 MW, sekaligus juga untuk mencanangkan penanaman pohon jarak secara nasional. Dalam sambutannya mengenai hal ini, Presiden mengatakan bahwa salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang baik dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam adalah dengan mengembangkan tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN).

Pemerintah telah memperkenalkan pemakaian bahan bakar nabati sebagai bahan bakar alternatif subtitusi yang ramah lingkungan, melalui Instruksi Presiden no 1 tahun 2006. "Saya telah menginstruksikan kepada para menteri terkait, para gubernur, dan para bupati/walikota untuk mengambil langkah-langkah percepatan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati atau biofuel sebagai bahan bakar lain di luar bahan bakar minyak atau BBM. Menginggat pentingnya BBM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, melalui Keputusan Presiden no 10 tahun 2006, pemerintah telah membentuk tim nasional pengembangan bahan bakar nabati untuk percepatan pengurangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. BBN bisa kita hasilkan dari berbagai tanaman yang dapat kita kembangkan di sekitar kita. Salah satu tanaman yang bisa kita kembangkan adalah pohon jarak. Pohon jarak selain bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan, juga dapat membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di PLTA Musi Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provonsi Bengkulu, Kamis (19/10).

"Tanaman jarak ini jika kita tanam di sekitar hulu sungai dan pembangkit tenaga listrik akan berdampak pada pelestarian lingkungan, ketersediaan pasokan air, yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi kelangsungan PLTA. Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta dalam program penanaman pohon jarak maupun tentunya penanaman pohon-pohon lain untuk dikembangkan menjadi bahan bakar nabati," ajak Presiden.

"Pohon jarak dapat ditanam di kawasan lahan kritis, lahan marjinal dan tandus yang selama in terlantar. Lahan kritis dapat kita ubah jadi hutan tanaman jarak. Dari tanaman jarak inilah dapat dihasilkan biji jarak yang dapat digunakan sebagai campuran pengganti bahan bakar minyak. Melalui budi daya pohon jarak, kita dapat mengentaskan kemiskinan, mengatasi krisis bahan bakar minyak dan merehabilitasi hutan dan lahan kritis, " kata Presiden lagi. (nnf)