Berita Utama

Pertemuan Empat Mata dan Bilateral

Presiden Menerima PM Surayud Chulanont

Presiden SBY dan PM  Thailand,  Surayud Chulanont, di Istana, Sabtu (21/10) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY dan PM Thailand, Surayud Chulanont, di Istana, Sabtu (21/10) siang. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (21/10) siang menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Thailand, Surayud Chulanont, di Kantor Presiden. Kunjungan kehormatan tersebut langsung dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Thailand.

Mendampingi Presiden SBY saat menerima tamunya adalah Menko Polhukkam Widodo A.S, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal. Sementara PM Thailand didampingi beberapa menterinya, antara lain Menlu Nitya Pibulsonggram, Menteri Perdagangan Krirkkrai Jirapaet, Menteri Energi Piyasvasti Amranad dan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Atchara Seriputra.

Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan usai mendampingi Presiden mengatakan, dalam pertemuan itu PM Thailand menegaskan kembali komitmen pemerintahnya untuk memulihkan demokrasi baik melalui penyusunan konstitusi, mengadakan pemilu dan pemulihan hak-hak kecil. “Presiden SBY dan juga pemimpin dari negara sahabat lainnya mendorong agar situasi darurat di Thailand dapat dipertimbangkan untuk dicabut dalam waktu dekat,” kata Hassan. “PM Surayud bersedia mempertimbangkan sebaik-baiknya usulan tersebut, walaupun ia mengatakan, masih terdapat beberapa potensi ancaman atau gangguan keamanan di Thailand pasca kudeta,” tambah Hassan.

Masalah lain yang juga disinggung dalam pertemuan empat mata antara Presiden SBY dan PM Surayud adalah perkembangan situasi di Thailand Selatan. “PM Surayud menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi damai dari permasalahan yang sedang mereka hadapi di wilayah Thailand Selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujar Hassan. “Kita mengetahui bahwa Thailand juga berpartisipasi dalam upaya proses damai di Aceh, baik pada masa KOHA dengan mengirimkan anggota pasukan pengamat, maupun pada masa MoU Helsinki terutama pada Aceh Monitoring Mission. Thailand bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya dan Uni Eropa berpartisipasi pada AMM,” lanjutnya.

“Dengan mengikuti proses perdamaian Aceh dari dekat, Thailand merasa terinspirasi, dan Presiden SBY menyambut baik upaya kearah permasalahan Thailand melalui cara-cara persuasif dan dialog. Indonesia ikut mendorong dan bersedia untuk membantu Thailand seperti halnya Thailand membantu kita mencari solusi damai di Aceh,” kata Hassan. Presiden SBY mengingatkan dari pengalaman Indonesia mengatasi situasi konflik di Aceh, solusi militer tidak akan menyelesaikan masalah.

Masih berkaitan dengan masalah konflik di Thailand Selatan, PM Surayud berharap agar diadakan pertukaran kunjungan tokoh-tokoh Islam. “Dalam pendekatan baru untuk melanjutkan pertukaran kunjungan ini, PM Surayud juga mengusulkan agar pertukaran tersebut tidak hanya melibatkan para tokoh, tapi juga pada tingkat organisasi. Dan Indonesia menyambut baik dan ingin terus mendorong pertukaran ini dapat dimajukan,” kata Hassan yang didampingi Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal.

Sedang dalam pertemuan bilateral yang juga dihadiri para menteri dari kedua belah pihak, dibicarakan upaya-upaya peningkatkan dan pembangunan hubungan bilateral antara Indonesia-Thailand baik di bidang perdagangan dan investasi, termasuk diantaranya upaya kerjasama di bidang energi dan perikanan. Thailand menyatakan bersedia berinvestasi di Indonesia untuk bidang perikanan.

Indonesia, Thailand dan Malaysia terikat dalam upaya untuk membangun kerjasama segitiga dan dalam kaitan ini pada ASEAN Summit di Seibu, bulan Desember mendatang, ketiga pemimpin itu akan mengadakan mini summit. Hal lainnya yang juga dibicarakan adalah khususnya tawaran Thailand untuk berbagi pengalaman dalam penanggulangan virus flu burung. Indonesia menyambut baik tawaran Thailand itu, kata Menlu Hassan. (osa)