Berita Utama

Presiden SBY:

Perbedaan Adalah Suatu Kewajaran

Jakarta : Perbedaan tidak perlu menyebabkan berkurangnya kerukunan internal umat Islam. Setiap perbedaan, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW, adalah rahmat yang dapat membawa umat kepada kebaikan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat di seluruh penjuru tanah air melalui televisi, Senin (23/10) sore pukul 15.00 WIB, di Istana Negara.

Sebagaimana yang sudah diketahui, bahwa sebagian besar kaum muslimin dam muslimat sudah ada yang merayakan hari Idul Fitri hari ini, Senin (23/10). Dan ada juga yang akan merayakan keesokan harinya, Selasa (24/10). Hal itu dikarenakan adanya perbedaan dalam cara perhitungan penanggalan. Kedua cara dalam menentukan akhir dan awal bulan dalam perhitungan Tahun Hijriyah itu, sama-sama diterima dalam praktik untuk melaksanakan ajaran Islam. “Saya yakin dan percaya bahwa seluruh umat Islam di tanah air, dalam perjalanan sejarahnya yang telah berabad-abad lamanya telah tumbuh menjadi umat yang dewasa dan toleran, dalam memahami dan menerima setiap perbedaan,” ujar SBY sambil mengajak seluruh Umat Islam untuk menerima adanya perbedaan itu sebagai suatu kewajaran.

SBY menambahkan, Indonesia adalah sebuah bangsa yang mayoritas beragama Islam. Oleh karena itu, kita harus mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa kita adalah bangsa yang beradab dan memiliki kepekaan serta komitmen yang tinggi kepada nilai-nilai moral. Terlebih lagi setelah dilatih selama sebulan dalam bulan Ramadhan ini untuk memperkuat kesadaran moral, persaudaraan dan persamaan di antara sesama manusia. “Puasa dapat menjadi wahana untuk membangun kesalehan sosial. Kesalehan sosial diwujudkan dalam menyantuni kaum fakir dan miskin. Bagi segenap penyelenggara negara, puasa juga akan mengingatkan mereka untuk menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, dalam membangun kemakmuran dan kesejahteraan. Agama Islam mengajarkan agar kemiskinan dibasmi dan diberantas. Keadilan wajib ditegakkan, agar kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh rakyat”, tegas SBY.

Selain itu, SBY ingin menegaskan bahwa nilai-nilai ibadah puasa sangat besar artinya dalam membangun bangsa dan negara menuju ke arah yang lebih baik. "Nilai-nilai ibadah puasa akan mendorong tumbuhnya kehidupan masyarakat yang demokratis, manusiawi dan adil. Dengan nilai-nilai itu marilah kita meneruskan perjuangan untuk membangun masyarakat yang maju, modern dan demokratis, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan. Sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, kita ingin memberikan contoh dalam membangun kehidupan kebangsaan yang relijius, rukun dan maju. Dalam perikehidupan kebangsaan seperti itu, Islam, demokrasi dan kemoderenan dapat berjalan seiring dan sejalan," kata SBY.

Di hari yang fitri dan penuh kesucian dan kedamaian ini, Presiden mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan, sehingga kejadian – kejadian pahit seperti konflik, kekerasan serta kerusuhan tidak terjadi lagi. “Kepada Saudara-saudara yang mudik ke kampung halaman masing-masing, saya berpesan berhati-hatilah selama dalam perjalanan. Saya ikut berdoa, semoga Saudara-saudara senantiasa berada dalam keadaan sehat wal’afiat. Semoga pula, Saudara-saudara dapat bersilaturrahim dalam suasana damai dengan keluarga dan handai tolan di tempat masing-masing," tambahnya.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya dan keluarga ingin menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan – kesalahan yang mungkin telah dilakukan selama menjadi pemimpin bangsa Indonesia, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 Hijriyah, kepada kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh tanah air. Minal Aidin wal Faizin.
Mohon maaf lahir dan bathin," lanjut SBY. (mit)