Berita Utama

Presiden di Atas Pesawat Menuju Shanghai

Kunjungan ke Cina untuk Mendapatkan Peluang Langsung

Shanghai : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kunjungan kerja selama lima hari di RRC mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas, yakni mencari dan mendapatkan peluang yang berkaitan langsung dengan kepentingan pemenuhan kebutuhan nasional kita. Hal itu dikatakan Presiden, Jumat (27/10) siang, di atas pesawat kepresidenan Boeing 737-400 GIA, dalam perjalanan menuju Shanghai.

Kunjungan selama lima hari di RRC ini, ada agenda bilateral, multilateral, ataupun regional. “Bilateralnya sangat jelas, kita harus mendapatkan sesuatu dari kebangkitan Cina, terutama di bidang ekonomi. Khusus dalam kunjungan kali ini, apa yang telah menjadi kesepakatan bersama antara pemerintah Cina dan Indonesia tahun lalu, itu harus benar-benar dapat direalisasi dan diwujudkan. Sebagai contoh, kunjungan saya tahun lalu ada komitmen untuk meningkatkan investasi sebesar 8 miliar dolar AS. Dalam catatan kita, sebahagian investasi itu sudah mengalir, sebahagian segera mengalir, sebahagian lagi belum dialirkan karena dalam proses,” kata Presiden SBY.

Di Shanghai, sesuai laporan Menteri ESDM Purnomo Yusgihantoro, akan ada realisasi dari komitmen tahun lalu, bukan lagi dalam bentuk MoU, akan tetapi sudah dalam bentuk kontrak yang nilainya sekitar 4 milliar dolar AS. "Juga segera direalisasikan adalah di bidang energi, eksplorasi dan produksi minyak, perdagangan dan biofuel, kita akan memastikan semua dapat terimplementasikan dengan baik,” ujar Presiden.

Selain itu, di Shanghai Presiden juga akan mengunjungi tempat pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan, yang dikelola Shanghai Pudong City Heat Energy Co.LTD. "Sebagaimana diketahui, permasalahan sampah di negeri kita masih menjadi kendala utama, seperti di Bandung dan Jakarta. Kita harus bisa membandingkan dengan negara lain yang mengalami persoalan yang sama, tapi bisa mengatasi mengatasi persoalan itu karena memiliki manajemen, teknologi yang tepat, ramah lingkungan, serta didukung oleh masyarakatnya,” Presiden menambahkan.

“Kemudian di Guilin, kita akan mengunjungi perkembangan pariwisata yang dikelola secara baik. Mungkin di sana ada yang patut kita contoh, kita kembangkan di Indonesia. Dari indikator ekonomi yang berjalan akhir tahun ini, berdasarkan laporan BPS yang saya baca, sektor yang belum bergerak benar adalah pariwisata. Yang lain sudah positif, bahkan ada yang melampaui target yang kita perkirakan. Mungkin masalah keamanan tahun lalu di Bali, mungkin juga soal fasilitas, kemudahan, manajemen, interkoneksi dari penerbangan, promosi, dan lain-lain,” kata Presiden SBY.

Setelah Shanghai dan Guilin, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan akan ke Nanning untuk menghadiri ASEAN – China Commemmorate Summit. KTT ini diselenggarakan untuk memperingati 15 tahun dialog ASEAN-China. Perdana Menteri RRC Wen Jiabao dan para kepala negara ASEAN akan hadir. Menurut Presiden SBY, pola one on one meeting selama ini sangat efektif. "Karena sangat jelas apa saja yang dikerjasamakan, sasarannya, finance-nya, dan kewajiban-kewajiban langkah kerjasama itu," tambah Presiden SBY. (win)