Berita Utama
Senin, 30 Oktober 2006, 12:05:48 WIB
Pertemuan Bilateral Indonesia-Cina
RI Hargai Peran Cina Selesaikan Krisis Korea
Presiden SBY bersama PM China, Wen Jiabao, sebelum mengadakan pertemuan bilateral Indonesia – China, di Nanning, RRC, Senin (30/10). (foto: anung/presidensby.info)
“Indonesia berharap Cina kembali menghidupkan six party talk yang dihadiri oleh Korea Utara. Presiden menghargai respon Cina dalam krisis nuklir di Korut. PM China mengutamakan pentingnya kerjasama di bawah PBB, karena mulai tahun depan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” kata Dino kepada wartawan Indonesia yang menyertai kunjungan Presiden SBY ke Cina.
“Wen Jiabao,” lanjut Dino, “telah mengistruksikan Dubesnya di PBB untuk aktif menjalin koordinasi dengan Indonesia dalam menangani isu internasional.” Menurut Dino, pembicaraan bilateral antara SBY-Wen Jiabao sangat konstruktif, terbuka, dan penuh semangat persahabatan. Setiap isu dibahas sangat lugas.
Selain masalah regional, kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral Indonesia-Cina. Dalam bidang bilateral keduanya membicarakan masalah kerjasama perdagangan, energi, investasi, pariwisata, pertahanan, dan maritim.
Mengenai perdagangan, kedua pemimpin mengulang lagi komitmen mereka meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Cina sehingga mencapai 30 miliar dolar AS. Mereka juga sepakat meningkatkan kerjasama energi sebagai aspek penting. Presiden SBY berharap MoU mengenai masalah ini segera direalisasikan.
Presiden SBY juga mengajak Cina berinvestasi di bidang infrastruktur dan menyatakan terimakasih atas kredit lunak sebesar 800 juta dolar AS yang disediakan oleh Cina. Sementara Wen Jiabao menyampaikan komitmen Cina untuk meningkatkan investasi, baik di bidang migas, batubara, maupun biofuel.
Wen Jiabao juga menyampaikan keinginan Cina untuk melakukan kerjasama pertahanan dan latihan militer dengan Indonesia. “Keinginan ini akan disambut baik. Nanti akan ditangani menteri sektoral terkait,” ujar Dino. (har)



