Berita Utama

Presiden Hadiri KTT ASEAN-China

Presiden SBY foto bersama para pemimpin ASEAN dan China sebelum  KTT ASEAN plus China di International Convention Center (ICC), Nanning, RRC, Senin (30/10). (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY foto bersama para pemimpin ASEAN dan China sebelum KTT ASEAN plus China di International Convention Center (ICC), Nanning, RRC, Senin (30/10). (foto: anung/presidensby.info)
Nanning: Sekitar pukul 14.30, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memasuki Multifunctional Hall di International Convention Center (ICC), Nanning, RRC, untuk mengikuti The Commemorative Summit Marking the 15th Anniversary of The ASEAN-China Dialogue Relations. KTT ini sendiri dibuka sekitar 15 menit kemudian oleh PM RRC Wen Jiabao, Senin (30/10).

Tepat pukul 14.30, satu persatu kepala negara/pemerintahan negara-negara Asia Tenggara memasuki ruang pertemuan. Seluruh 10 pemimpin ASEAN hadir. Selain Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, mereka adalah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, PM Laos Bouasone Bouphavanh, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Myanmar Letjen Soe Win, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, PM Thailand Surayud Chulanont, dan PM Singapura Lee Hsien Loong.

Dalam KTT ini dibahas prinsip-prinsip dasar untuk mempercepat rencana kawasan perdagangan bebas Cina-ASEAN, terutama berkaitan dengan arus barang, jasa, dan investasi. Perintisan kesepakatan kawasan perdagangan bebas ini dimulai pada 2005 lalu, ketika Cina dan ASEAN sepakat memangkas tarif. Secara bertahap kedua belah pihak akan memangkas tarif sekitar 7 ribu item produk. Pada tahun 2010, Cina dengan 6 negara ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) berusaha menuju zero tarriffs untuk sebagian produk komoditas mereka.

Berdasarkan data statistik, selama 15 tahun terakhir hubungan perdagangan bilateral Cina-ASEAN tumbuh lebih dari 20 persen pertahun. Cina adalah partner dagang terbesar keempat bagi ASEAN.

Wen Jiabao dalam sambutan pembukaannya mengatakan, lebih dari 15 tahun hubungan Cina-ASEAN telah mengalami perubahan dari kesalahpahaman menuju sebuah dialog untuk membangun saling percaya yang akhirnya menuju hubungan partner strategis yang mantap. “Hubungan Cina dan ASEAN tak pernah sebaik seperti saat ini,” kata Jiabao.

Sayang pertemuan antar pimpinan ASEAN dan China ini berlangsung tertutup. Pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB), para kepala negara/pemerinhtahan yang hadir akan melakukan penandatanganan joint statement dan konferensi pers bersama. (har)