Berita Utama
Rabu, 1 November 2006, 12:51:53 WIB
Dibuka Presiden
Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition
Presiden SBY saat meninjau pameran usai membuka Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition 2006 (IICE) di JCC, Rabu (1/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua Umum Kadin Mohamad Suleman Hidayat dalam sambutannya menyatakan, sebanyak 1.050 peserta dari 30 negara bergabung dalam acara ini. “Kadin Indonesia sangat bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam acara ini. Acara ini sudah dipersiapkan selama lebih dari satu tahun dan melibatkan pertimbangan politik yang luas, perubahan hukum, peraturan dan administrasi, konsultasi dengan sektor bisnis dan berbagai saran baik dari organisasi internasional maupun para ahli,” kata M.S. Hidayat.
Sementara Menko Perekonomian Boediono menjelaskan, IICE ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. “Beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang menjadi pembicara, berusaha agar kegiatan ini dapat menghasilkan sesuatu yang nyata,” ujar Boediono dalam sambutannya.
Sasaran utama dari konferensi ini, menurut Boediono, adalah usaha pemerintah Indonesia untuk berperan serta dalam dialog intensif dan membangun tentang apa yang telah dihasilkan dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya untuk menjamin investasi infrastruktur akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Diharapkan hal ini akan menghasilkan lebih banyak bisnis dalam bidang kontruksi dan industri lain yang berhubungan dengan itu sehingga akan mengarah pada penciptaan lapangan kerja,” lanjut Boediono.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para pengusaha, kontraktor, lembaga internasional dan masyarakat Indonesia, bersama-sama dengan pemerintah membangun kembali Indonesia baru. “Indonesia baru adalah Indonesia yang dicapai dengan kerja keras untuk mencapai target Millennium Development Goals pada tahun 2015,” kata Presiden SBY di hadapan ratusan investor dari dalam dan luar negeri.
Dalam IICE 2006 ini, pemerintah menawarkan sepuluh proyek infrastruktur unggulan kepada investor swasta senilai lebih kurang 4,4 miliar dolar Amerika. Proyek-proyek tersebut meliputi, water suplpy di Tangerang, Dumai, dan Bandung; terminal feri Margagiri-Ketapang, Pelabuhan Sungai Lamong, ruas Tol Solo-Kertosono, proyek Telekomunikasi Palapa Ring, proyek PLTGU di Pasuruan dan Jateng. (osa)



