Berita Utama

Presiden:

Indonesia Perlu Lebih Banyak Pelabuhan, Bandara dan Jalan Tol

Presiden SBY saat memberi sambutan pada acara pembukaan Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition 2006 (IICE) di JCC, Rabu (1/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat memberi sambutan pada acara pembukaan Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition 2006 (IICE) di JCC, Rabu (1/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Selama krisis ekonomi, pemerintah Indonesia menghentikan penggunaan anggarannya untuk pembangunan infrastruktur. Namun sekarang, pembangunan infrastruktur adalah salah satu kunci midterm development plan dan rencana nasional lima tahun, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat pembukaan Indonesia Infrastructure Conference and Exhibition (IICE) 2006 di Jakarta Convention Centre, Rabu (1/11) pagi. “Kami menginginkan lebih banyak pelabuhan, bandara, telekomunikasi dan jalan tol di seluruh Indonesia," tegas Presiden.

Presiden SBY percaya bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia akan membawa efek yang besar pada pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Saat ini, kami berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan taraf hidup yang lebih baik, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan standar hidup, dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik,” ujar Presiden. “Kami bekerja keras untuk mencapai target Millennium Development Goals pada tahun 2015 atau bahkan sebelumnya,” lanjutnya.

“Kami memperkirakan bahwa dalam 2 tahun ke depan, kita akan membutuhkan sedikitnya 22 miliar dolar AS pertahunnya untuk membangun infrastruktur. Pemerintah hanya akan menyediakan setengah dari biaya tersebut, sementara sisanya adalah dari private sector,” tambah Presiden.

Dalam IICE ini pemerintah menawarkan sepuluh proyek infrastruktur, terdiri dari pembanguan water supply, jalan tol, pelabuhan, terminal feri, dan proyek telekomunikasi. Presiden SBY minta para investor untuk melihat secara cermat proyek-proyek ini dan berharap mereka dapat bergabung dengan Indonesia untuk mewujudkan proyek. “Saya memastikan melalui menteri saya, agar proyek ini dari awal hingga akhir diselesaikan dengan cara yang profesional dan transparan agar dapat menghasilkan kondisi yang sama-sama menguntungkan,” kata Presiden.

Presiden juga mengajak ratusan investor dari luar dan dalam negeri yang hadir untuk memperkuat hubungan kerjasama dan persahabatan, tidak hanya di bidang ekonomi dan investasi tapi juga dalam bidang lainnya, seperti lingkungan hidup dan perdamaian dunia. Usai membuka IICE 2006 secara resmi, Presiden dan rombongan menyempatkan melihat stand-stand yang ada. (osa)