Berita Utama

Presiden SBY:

Sekarang Saatnya Berinvestasi di Indonesia

Presiden SBY diiringi Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Wakil Ketua DPD Irman Gusman dan Gubernur DKI Sutiyoso pada acara pembukaan Indonesian Regional Investment Forum 2006, di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis pagi (02/11). (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY diiringi Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Wakil Ketua DPD Irman Gusman dan Gubernur DKI Sutiyoso pada acara pembukaan Indonesian Regional Investment Forum 2006, di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis pagi (02/11). (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali meyakinkan para investor bahwa keadaan ekonomi Indonesia sudah semakin membaik, dengan program – program yang telah dan sedang dilakukan pemerintah. “Saya percaya bahwa keadaan akan semakin membaik. Untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, pemerintah sudah mengajukan triple track strategy untuk mencapai kestabilan pertumbuhan ekonomi melalui perpaduan antara ekspor dan investasi, menstimulasi perkembangan sektor riil untuk menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan pembangunan di pedesaan dan pertanian untuk mengurangi kemiskinan. Ini adalah strategi yang pro-job, pro-growth, and pro-poor, “ kata Presiden dalam sambutannya pada acara IRIF (Indonesian Regional Investment Forum) 2006 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis pagi (02/11).

“Saya juga harus menyampaikan bahwa kita memiliki kewajiban moral untuk menyelamatkan penduduk yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan pengangguran di seluruh negeri. Itulah sebabnya mengapa saya selalu menekankan bahwa satu hal yang lebih penting dari menstimulasi pertumbuhan adalah memastikan kualitas pertumbuhan yang lebih baik. Yaitu pertumbuhan yang memproduksi lebih banyak pekerjaan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan standar hidup, menjaga lingkungan, mengakumulasi sosial kapital, dan menyebarkan kemakmuran lebih merata., “ tambahnya lagi.

Dalam acara yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Daerah RI ini, Presiden juga mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia. “Harapan saya kepada para investor sangat jelas, bahwa saat ini adalah saatnya untuk berinvestasi di Indonesia, di penduduk Indonesia dan di wilayah Indonesia. Ada banyak alasan untuk Anda semua untuk menempatkan investasi bersama kami. Kami memiliki pasar yang besar dengan 220 juta penduduk, sumber daya alam yang melimpah, populasi yang sangat dinamis, para pekerja yang rajin, masyarakat yang terbuka, lingkungan yang pro bisnis , dan stabilitas demokrasi, “ ajak Presiden.

Presiden juga menjelaskan bahwa Indonesia sudah menandatangani Investment Protection Agreement dengan 60 negara, dan menjamin tidak akan ada nasionalisasi. Indonesia juga sudah memiliki Free Foreign Capital Policy, dimana tidak ada larangan bagi investor asing untuk memulangkan kembali ke negaranya atas kapital yang dimiliki. Dan Indonesia juga sudah menandatangani persetujuan untuk menghindari terjadinya pajak ganda dengan 56 negara. Presiden juga menekankan bahwa ketika suku bunga global naik, Indonesia adalah satu dari tiga negara di dunia yang mengalami penurunan suku bunga yang tentu akan sangat menarik bagi para investor.

Sebelum menutup sambutannya, Presiden mengingatkan kepada para pimpinan daerah yang hadir bahwa tugas yang diemban para gubernur, bupati, dan para pimpinan daerah lainnya sama dengan dirinya sebagai Presiden. “ Tugas dan tantangan Anda semua sama dengan tugas dan tantangan saya. Tugas dan tantangan kita adalah untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat kita. Menyediakan kebutuhan dasar, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan,meningkatkan pendidikan dan kesehatan serta menjaga lingkungan. Membangun sarana infrastruktur dasar dan memastikan makanan, energi dan air tercukupi bagi rakyat kita, “ kata Presiden.

“ Ini adalah misi yang sangat menantang untuk dipenuhi. Caranya adalah dengan bekerja keras dan bekerja sama untuk membangun kemitraan dan kerjasama. Kemitraan dan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daeah, antara sesama pemerintah daerah, antara pemerintahan lokal dengan masyarakat sipil universitas, dan dalam dunia global saat ini, yaitu kerjasama dan kemitraan dengan mitra internasional, “ kata Presiden. Usai menyampaikan sambutannya, Presiden membuka acara dengan memukul gong. Tampak mendampingi Presiden adalah Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita dan Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua DPD, Irman Gusman serta Gubernur DKI Sutiyoso. ( nnf )