Berita Utama

Hubungan Presiden dan Wapres Tidak Terganggu Berbagai Spekulasi

Presiden SBY hari Jumat (3/11) siang menerima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Kepresidenan. Seusai berbincang, SBY dan JK sholat Jumat bersama di Masjid Baiturrahim di lingkungan istana. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY hari Jumat (3/11) siang menerima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Kepresidenan. Seusai berbincang, SBY dan JK sholat Jumat bersama di Masjid Baiturrahim di lingkungan istana. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Jumat (3/11) siang menerima Wapres Jusuf Kalla, di Kantor Kepresidenan. Ini adalah pertemuan rutin, yang biasa dilakukan untuk koordinasi. Pertemuan berhenti sejenak karena SBY dan JK melakukan sholat Jumat bersama sekitar 400 jamaah lainnya di masjid Baiturrahim yang ada di lingkungan istana.

Menurut Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, pertemuan SBY dan JK adalah pertemuan rutin. “Baru saja Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan pertemuan yang memang biasa dilakukan oleh beliau berdua, untuk membahas berbagai macam masalah ataupun isu dan kebijakan yang ada di negeri ini, “ kata Andi.

“Presiden dan Wakil Presiden tadi mengadakan pembicaraan, kemudian sholat Jumat bersama, dilanjutkan makan siang bersama, dan kemudian dilanjutkan diskusi – diskusi lagi yang memperlihatkan bagaimana hubungan Presiden dan Wakil Presiden, serta kerjasama yang erat diantara beliau berdua, tidak terganggu oleh berbagai macam spekulasi – spekulasi yang ada di luar, “ tambahnya.

Pokok – pokok pembicaraan yang dilakukan Presiden dan Wakil Presiden, kata Andi, mencakup tiga hal, yaitu langkah – langkah pemerintah di bidang ekonomi, manajemen dan mekanisme kerja kabinet, serta penugasan Presiden kepada Wakil Presiden untuk mengendalikan komitmen investasi.

“ Dalam pertemuan tersebut Presiden dan Wakil Presiden membahas langkah – langkah pemerintah di bidang ekonomi terutama setelah melihat indikator – indikator ekonomi makro yang terus membaik. Baik itu tingkat inflasi, maupun ekspor, juga tingkat pertumbuhan. Seperti kita ketahui bersama, baru saja diumumkan oleh BPS hasil inflasi bulan Oktober yang menunjukkan tingkat inflasi yang terus – menerus membaik sehingga diharapkan pada akhir tahun, sekitar 7 persen sedikit di bawah atau sedikit diatas 7 persen. Sebuah langkah yang baik. Tingkat suku bunga juga semakin lama juga semakin menurun. Pertumbuhan makin naik, ekspor juga naik, sehingga tadi dibahas mengenai langkah – langkah pemerintah selanjutnya agar bagaimana tren yang baik dan modal yang baik ini bisa dilanjutkan dalam waktu – waktu mendatang, “ jelas Andi.

“Presiden dan Wakil Presiden tadi juga membicarakan mengenai manajemen dan mekanisme kerja di kabinet. Presiden tadi juga telah menjelaskan kepada Wakil Presiden tentang Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi atau UKP3KR, yang sekarang ini lagi hangat. Pada kesempatan itu dijelaskan oleh Presiden bahwa keberadaan unit kerja untuk percepatan reformasi tersebut tidak mengubah apapun tentang peran dan tugas Presiden, Wakil Presiden, Menteri Koordinator maupun Kabinet. Semuanya tetap sesuai seperti saat ini, kecuali tentu saja bahwa secara teknis unit kerja tersebut membantu Presiden dalam hal – hal yang diperlukan oleh Presiden untuk memantau dan mempercepat jalannya agenda – agenda reformasi, “ kata Andi lagi.

“ Jadi saya ulangi lagi, keberadaan unit kerja tersebut tidak mengubah apapun tentang peran tugas Presiden , Wakil Presiden, Menko, sehingga berbagai spekulasi di luar yang kita baca di media massa, serta komentar – komentar dari banyak pihak yang menyebut seakan – akan ada lembaga di dalam lembaga dan sebagainya, hal itu sama sekali tidak benar. Unit kerja ini tidak mengkoordinasikan menteri – menteri, “ tegas Andi.

“Poin ketiga dalam pembicaraan antara Presiden dan Wakil Presiden adalah, Presiden juga memberikan tugas – tugas khusus kepada Wakil Presiden untuk membantu mengendalikan komitmen investasi yang selama ini telah dilakukan. Diharapkan tugas itu bisa membantu agar keberhasilan ekonomi yang sekarang ini sudah memperlihatkan tren yang sangat positif ini bisa terus – menerus ditingkatkan lagi. Dengan peningkatan investasi dan peningkatan ekspor ini, maka pertumbuhan ekonomi kita semakin lama semakin tinggi sesuai dengan yang kita harapkan pada tahun – tahun mendatang. Seluruh upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan juga ekspor bersama – sama dengan pembangunan sektor pertanian ini, tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang memang masih menjadi tantangan selama ini, “ kata Andi lagi.(nnf)