Berita Utama
Rabu, 8 November 2006, 13:36:49 WIB
SBY: Ajarkan Wawasan Kebangsaan dan Kesetiakawanan Sosial
Presiden SBY saat memberi sambutan pada pembukaan Jambore Nasional AICINDA, Rabu (8/10) siang, di Gelora Bung Karno, Senayan. (foto: anung/presidensby.info)
“ Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Saat itu kita masih dijajah bangsa lain. Rakyat menderita, maka para pemuda sadar akan pentingnya kemerdekaan. Mereka ingin melepaskan diri dari penjajahan. Oleh karena itu mereka berkumpul melakukan sumpah setia, bertekad bersatu padu melawan penjajahan, sekaligus mempersiapkan kemerdekaan. Pemuda – pemuda yang berkumpul itu berasal dari berbagai suku, agama, golongan. Dan mereka mengikrarkan Sumpah Pemuda, Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, yaitu Indonesia. “ Kata Presiden SBY.
Presiden SBY juga mengingatkan untuk terus menerus melestarikan budaya nenek moyang kita yang baik dan luhur, menjadi bangsa yang ramah penuh sopan santun, suka bergotong royong dan tolong menolong. “ Mari kita lestarikan budaya seperti itu, sekarang, besok, dan selama-lamanya di negeri kita ini,” ujar Presiden SBY, yang hadir didampingi Ibu Negara
Selain itu Presiden SBY mengajak pula para guru, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta semua pihak, untuk terus menerus mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada generasi muda, yakni nilai – nilai keagamaan, kedamaian, untuk membangun moral dan ahklak bangsa. “Ajarkanlah itu, baik dalam pendidikan formal maupun non formal. Ajarkan wawasan kebangsaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi, agar mereka hidup rukun dan damai berdampingan, penuh persaudaraan dan kasih sayang, “ kata SBY. Usai memberikan sambutan, Presiden SBY dan Ibu Negara menyaksikan beberapa acara kesenian yang disajikan peserta Jamnas AICINDA. (win/Mit)



