Berita Utama

Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional

Para ahli waris dan keluarga saat menerima gelar Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Kamis (9/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Para ahli waris dan keluarga saat menerima gelar Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Kamis (9/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan kepada sembilan orang pejuang yang dianggap telah berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, di Istana Negara, Kamis (9/11) pagi. Aacara penganugerahan gelar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan yang tahun ini mengambil tema “Dengan Jiwa dan Semangat Kepahlawanan, Kita Perkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No : 085/TK/Tahun 2006 tanggal 3 Nopember 2006, Presiden SBY menetapkan untuk menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional disertai piagam dan tanda kehormatan kepada:

Gelar Pahlawan disertai Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna:
1.Alm. Pangeran Mangkubumi/Sultan Hamengku Buwono I, DI. Yogyakarta.

Gelar Pahlawan disertai Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana:
2.Alm. K.H. Noer Ali, Jawa Barat.
3.Alm. R.M. Tirto Adhi Soerjo, Jawa Barat.
4.Alm. H. Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng, Sulawesi Selatan.
5.Alm. Opu Daeng Risadju, Sulawesi Selatan.
6.Alm. Andi Sultan Daeng Radja, Sulawesi Selatan.
7.Alm. Izaak Huru Doko, Nusa Tenggara Timur.

Gelar Pahlawan Nasional:
8.Alm. DR. Mr. H. Teuku Moehammad Hassan, Nanggroe Aceh Darussalam.

Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama:
9.Alm. K.H. Muhammad Isa Anshary

Sebelum menganugerahkan tanda kehormatan kepada ahli waris dan wakil keluarga, Presiden SBY memimpin mengheningkan cipta. “Marilah kita menundukkan kepala sejenak untuk mengenang dan mendoakan arwah para pahlawan yang telah bejasa untuk nusa dan bangsa. Dan kita yang ditinggalkan, dapat terus melanjutkan perjuangan mereka,” ujar Presiden.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Menteri Agama Maftuh Basyuni, kemudian dilanjutkan ramah tamah dengan keluarga pejuang. Hadir dalam acara ini antara lain Menko Polhukkam Widodo A.S., Menhan Juwono Sudarsono, KSAD Jenderal Djoko Soetanto, KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto, dan KSAU Marsekal TNI Herman Suyitno. (osa)