Berita Utama

Di Istana Bogor

Presiden Buka Pencanangan Dewan TIK Nasional

Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Pencanangan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional, Senin (13/11) pagi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Acara ini juga dihadiri oleh Seskab Sudi Silalahi, Ketua Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Mendagri M. Ma'ruf, Menkeu Sri Mulyani, serta Menteri Perindustrian Fahmi Idris.

Dewan TIK Nasional merupakan kelompok kerja yang dibentuk untuk mendorong penggunaan dan komunikasi di Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan TIK Nasional berupaya mengembangkan e-leadership dan melakukan koordinasi seluruh elemen bangsa melalui peningkatan kualitas prasarana serta sarana teknologi informasi dan pengembangan inovasi guna menuju era masyarakat informasi teknologi. Tugas pokok Dewan TIK adalah mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan pada tahun 2025, dengan menciptakan pembangunan melalui TIK yang terdiri dari penguatan basis TIK pendidikan dan Hak atas Kekayaan Intelektual.

"Sesuai dgn harapan presiden, struktur dalam TIK Nasional disusun sedemikian rupa yang mencerminkan semangat kebersamaan. dimana unsur pemerintah, akademisi, industri, dan dunia usaha ikut bersama-sama untuk memikirkan dan menyumbangkan saran dan pendapat dalam mengembangkan TIK di negeri ini," ungkap Menkominfo Sofjan Djalil dalam laporannya. Ia juga menambahkan bahwa susunan Dewan TIK Nasional terdiri dari Tim Pengarah yang langsung diketuai oleh Presiden SBY dan Menko Perekonomian sebagai wakil, kemudian ada Tim Pelaksana yang diketuai oleh Menkominfo, Tim Penasihat yang berasal dari penasihat dalam dan luar negeri serta tim mitra yang terdiri dari stakeholders di bidang TIK, akademisi, serta praktisi.

Menkominfo juga menambahkan, tugas utama Dewan TIK yang ditetapkan berdasarkan Keppres No.20 tahun 2006 tentang Dewan TIK Nasional tertanggal 11 November 2006 adalah merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional, melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Juga melakukan pengkajian dan menetapkan langkah penyelesaian permasalahan strategis yang timbul dalam pengembangan TIK, melakukan koordinasi nasional serta memberikan persetujuan atas pelaksanaan program TIK yang bersifat lintas departemen.

Kegiatan lintas instansi dalam roadmap TIK Indonesia yang akan dicapai sampai tahun 2009, antara lain, menyelesaikan Palapa Ring Project (akses komunikasi terhubung di 50 persen kota/kabupaten), pengembangan Broadband Wireless Access di kota-kota besar, implementasi E-Procurement (transparansi dalam tender pemerintah dilakukan secara e-procurement), implementasi E-Education (sebagian besar Pergutuan Tinggi, SMA dan SMK terhubung Internet serta peningkatan literasi IT), Nomor Induk Nasional (mencatat penduduk Indonesia secara unik), UU ITE (menjamin keamanan data dan transaksi elektronik), kampanye sosialisasi Internet, implementasi Software Legal pemerintah, implementasi e-anggaran, serta pembangunan dan pengembangan technopark.

Turut hadir pula dalam acara peresmian Dewan TIK, antara lain, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Gubernur Jawa Barat Danny Setyawan.

Setelah menyelesaikan acara peresmian, Presiden beserta rombongan melakukan peninjauan serta berkeliling Istana Bogor untuk melihat persiapan penyambutan kedatangan Presiden AS George W. Bush ke Indonesia 20 November mendatang. (mit)